Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

“Nanaimoteuthis”, Kraken Purba Penguasa Laut Zaman Dinosaurus yang Akhirnya Terungkap

Mistar.idSenin, 27 April 2026 15.08
journalist-avatar-top
nanaimoteuthis_kraken_purba_penguasa_laut_zaman_dinosaurus_yang_akhirnya_terungkap

Ilustrasi, “Nanaimoteuthis”, Kraken Purba Penguasa Laut Zaman Dinosaurus yang Akhirnya Terungkap. (foto:Yohei Utsuki, Departemen Ilmu Bumi dan Planet, Universitas Hokkaido melalui bbc/scientific american/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Bayangan tentang “monster laut” selama ini sering dianggap sekadar mitos. Namun, temuan ilmiah terbaru justru mengungkap bahwa makhluk seperti itu pernah benar-benar ada—dan bahkan menjadi penguasa lautan pada zamannya.

Namanya adalah Nanaimoteuthis, gurita purba raksasa yang hidup di era dinosaurus dan kini disebut-sebut sebagai “Kraken” versi nyata dari masa prasejarah.

Penguasa Laut yang Terlupakan

Nanaimoteuthis merupakan genus gurita purba yang hidup sekitar 100 hingga 72 juta tahun lalu, pada periode Kapur Akhir. Fosilnya ditemukan di wilayah Kanada dan Jepang, meski yang tersisa hanya bagian keras seperti paruh karena tubuhnya yang lunak sulit terawetkan.

Dari analisis tersebut, ilmuwan memperkirakan ukuran makhluk ini bisa mencapai panjang hingga sekitar 19 meter. Ukuran itu menempatkannya sebagai salah satu invertebrata terbesar yang pernah hidup di Bumi.

Berbeda dengan gurita modern yang banyak ditemukan di perairan dangkal, Nanaimoteuthis termasuk kelompok gurita bersirip yang hidup di laut dalam. Adaptasi ini membuatnya cocok menjadi predator di ekosistem yang minim cahaya namun kaya mangsa.

Bukan Sekadar Besar, Tapi Predator Puncak

Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: Nanaimoteuthis bukan hanya besar, tetapi juga merupakan predator puncak di lautan purba.

Hal ini diketahui dari kondisi paruh fosil yang menunjukkan keausan ekstrem. Artinya, makhluk ini aktif menggigit dan menghancurkan mangsa keras seperti cangkang atau bahkan tulang.

Temuan ini menantang pandangan lama bahwa hanya hewan bertulang belakang—seperti mosasaurus atau hiu purba—yang mendominasi rantai makanan di laut zaman dinosaurus.

Lebih jauh lagi, pola aus yang tidak simetris pada paruh mengindikasikan kemungkinan adanya preferensi sisi, atau “handedness”. Ini merupakan tanda kemampuan neurologis yang kompleks, serupa dengan gurita modern yang dikenal cerdas.

Dengan kata lain, Nanaimoteuthis tidak hanya besar dan kuat, tetapi juga kemungkinan memiliki tingkat kecerdasan tinggi untuk ukuran invertebrata.

Teknologi Modern Bongkar Rahasia Lama

Penemuan ini tidak lepas dari kemajuan teknologi. Para peneliti menggunakan pemodelan 3D dan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis fosil secara lebih detail.

Metode ini memungkinkan ilmuwan mengidentifikasi spesimen yang sebelumnya terlewat, sekaligus merekonstruksi bentuk dan fungsi organ secara lebih akurat.

Hasilnya, gambaran tentang kehidupan laut purba menjadi jauh lebih kompleks dari yang selama ini dipahami.

Dari Fosil ke Legenda Kraken

Menariknya, ukuran dan karakteristik Nanaimoteuthis membuatnya kerap dijuluki sebagai “Kraken dari Zaman Kapur”.

Dalam legenda Nordik, Kraken digambarkan sebagai monster laut raksasa yang mampu menenggelamkan kapal dan muncul seperti pulau hidup di tengah laut.

Meski tidak ada bukti langsung yang menghubungkan keduanya, ilmuwan menduga cerita Kraken kemungkinan terinspirasi dari pertemuan manusia dengan hewan laut besar, seperti cumi-cumi raksasa—atau bahkan sisa-sisa makhluk purba yang terdampar.

Dengan ukuran hingga puluhan meter dan tentakel panjang, tidak sulit membayangkan bagaimana makhluk seperti Nanaimoteuthis bisa menjadi sumber ketakutan sekaligus legenda di masa lalu.

Lebih dari Sekadar “Monster Laut”

Penemuan Nanaimoteuthis membawa implikasi besar bagi dunia sains.

Pertama, ia membuktikan bahwa invertebrata juga bisa menjadi predator puncak, bukan sekadar penghuni bawah rantai makanan.

Kedua, temuan ini menunjukkan bahwa evolusi kecerdasan tidak hanya terjadi pada hewan bertulang belakang, tetapi juga pada makhluk seperti gurita.

Dan yang tak kalah penting, keberadaan makhluk ini menjadi pengingat bahwa masih banyak rahasia lautan purba yang belum terungkap—terutama karena keterbatasan fosil dari organisme bertubuh lunak.

Penutup: Nanaimoteuthis mengubah cara kita memandang lautan masa lalu. Ia bukan hanya bukti kehidupan purba yang ekstrem, tetapi juga jembatan antara sains dan mitos.

Di satu sisi, ia adalah fakta ilmiah yang didukung penelitian modern. Di sisi lain, ia menghidupkan kembali imajinasi manusia tentang monster laut yang selama ini hanya dianggap dongeng.

Dan mungkin, di balik setiap legenda, selalu ada secuil kebenaran yang menunggu untuk ditemukan.

(berbagaisumber/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN