Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Komet 3I/ATLAS Diduga Alami Kriovolkanisme Mirip Objek Trans-Neptunian

Mistar.idSabtu, 6 Desember 2025 pukul 07.00 WIB
komet_3iatlas_diduga_alami_kriovolkanisme_mirip_objek_transneptunian

Penampakan Komet 3I/ATLAS yang diambil teleskop luar angkasa Hubble. (foto:nasa/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Para ilmuwan menemukan dugaan aktivitas kriovolkanisme pada komet antarbintang 3I/ATLAS setelah mendeteksi semburan material ketika objek itu mendekati Matahari.

Temuan ini dipublikasikan dalam makalah pracetak di arXiv pada 24 November 2025 dan masih menunggu proses peer-review.

Studi menunjukkan bahwa komet 3I/ATLAS memiliki karakteristik mirip dengan objek es trans-Neptunian (TNO), benda-benda seperti planet katai yang berada di luar orbit Neptunus. Kesamaan ini mengejutkan mengingat komet tersebut diperkirakan berasal dari sistem bintang lain.

“Kami semua terkejut,” kata penulis utama studi, Josep Trigo-Rodríguez, peneliti di Institute of Space Sciences (CSIC/IEEC), Spanyol, dikutip dari Live Science, Jumat (5/12/2025).

“Sebagai sebuah komet yang terbentuk di sistem planet terpencil, sangat luar biasa bahwa campuran material yang membentuk permukaan benda ini memiliki kemiripan dengan objek trans-Neptunian,” tambahnya.

Komet 3I/ATLAS merupakan objek antarbintang ketiga yang pernah tercatat manusia. Ia memberi peluang langka bagi ilmuwan mempelajari kondisi di sekitar bintang lain serta masa awal pembentukan sistem planet. Komet ini diperkirakan miliaran tahun lebih tua daripada Tata Surya dan akan meninggalkan wilayah kita tahun depan.

Dalam penelitian ini, tim memantau komet menggunakan Teleskop Joan Oró di Observatorium Montsec, Spanyol, dan menggabungkan hasil pengamatan dari observatorium lain. Pemantauan dilakukan saat komet mendekati perihelion pada 29 Oktober, ketika pemanasan dari Matahari membuat es permukaan menyublim menjadi gas.

Para peneliti menemukan peningkatan aktivitas sublimasi ketika komet berjarak sekitar 378 juta kilometer dari Matahari. Citra beresolusi tinggi menunjukkan semburan gas dan debu yang dianggap sebagai tanda kriovolkanisme. Proses ini kemungkinan dipicu oleh reaksi material di bagian dalam komet ketika karbon dioksida padat mulai menyublim akibat panas. Cairan pengoksidasi meresap ke bagian dalam komet dan bereaksi dengan butiran logam besi–nikel serta sulfida.

Untuk memeriksa komposisi komet, para ilmuwan membandingkan spektrum cahaya yang dipantulkan komet dengan sampel kondrit karbonan meteorit purba dari Antartika yang dikoleksi NASA. Analisis menunjukkan kemiripan komposisi dengan objek trans-Neptunian.

Meskipun perilakunya menyerupai objek TNO, komet 3I/ATLAS dipastikan bukan berasal dari Tata Surya karena lintasannya yang hiperbolik. NASA mencatat objek ini pertama kali terdeteksi melaju sekitar 221 ribu km/jam, terlalu cepat untuk terikat oleh gravitasi Matahari.

Cryovolkanisme adalah letusan material di bawah permukaan yang menyembur keluar, mirip lava, tetapi terbuat dari zat mudah menguap seperti es air. Perilaku komet 3I/ATLAS mirip dengan TNO murni (pristine TNO) saat mendekati Matahari, bahkan sebelum sublimasi es air sepenuhnya terjadi. Kombinasi logam dan es air menjelaskan morfologi koma dan produk kimia yang tidak biasa.

Kesamaan komet 3I/ATLAS dengan TNO menunjukkan bahwa tahap awal pembentukan planet dapat menghasilkan materi serupa di lokasi berbeda di galaksi. Objek antarbintang seperti 3I/ATLAS terus menantang dan memperkaya pemahaman tentang pembentukan sistem planet. Para peneliti mendorong misi masa depan, seperti ESA’s Comet Interceptor, untuk mengambil sampel langsung dari pengunjung antarbintang. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN