Cloudflare Down Lagi, Ganggu Canva dan Sejumlah Situs Besar Hari Ini

Logo Cloudflare. (foto:istimewa/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Setelah mengalami gangguan beberapa waktu lalu, Cloudflare kembali dilaporkan tumbang pada Jumat (5/12/2025). Informasi mengenai gangguan ini ramai dibicarakan warganet di media sosial X.
“Looks like @Cloudflare is down again. Anyone else facing issues?” tulis seorang warganet.
“Once again Cloudflare is taking offline half of the internet. But at least this time it’s Friday, right?” tulis pengguna lain.
Hingga saat ini belum diketahui seberapa parah dampak gangguan Cloudflare. Disebutkan, sejumlah situs besar seperti Canva dan Downdetector ikut terdampak, menyebabkan banyak pengguna tidak dapat mengakses layanan tersebut.
Sebelumnya, layanan internet global sempat porak-poranda pada Selasa malam, 18 November 2025, ketika Cloudflare mengalami gangguan besar yang membuat banyak platform populer seperti Canva, ChatGPT, Claude, X (Twitter), Perplexity, Spotify, hingga Discord tumbang serentak selama beberapa jam dan memicu lonjakan laporan error di berbagai negara termasuk Indonesia.
Cloudflare merupakan perusahaan infrastruktur internet yang memastikan situs tetap online saat menerima lonjakan trafik, baik karena peningkatan pengunjung maupun serangan siber. Teknologi ini menjadi tulang punggung yang tidak terlihat namun menopang sebagian besar internet global.
Keluhan Netizen
Sejumlah pengguna internet mengeluhkan layanan yang tidak bisa diakses. Di linimasa X, laporan Cloudflare down melonjak tinggi, termasuk keluhan e-commerce Shopify dan layanan Downdetector yang turut error.
Topik Cloudflare menjadi trending di Indonesia dengan lebih dari 11.300 unggahan hingga Jumat (5/12/2025) sore. Berdasarkan pantauan, aduan Cloudflare down mulai muncul sejak pukul 15.59 WIB dan terus meningkat. Bahkan situs Downdetector sempat tumbang akibat gangguan Cloudflare.
Canva Ikut Terdampak
Dalam akun resminya, Canva menyampaikan bahwa gangguan Cloudflare berdampak pada layanan mereka.
“Ini bukan yang kami inginkan dan kami bekerja sama dengan mereka untuk memulihkannya,” tulis akun @Canva.
Saat ini, belum diketahui penyebab pasti gangguan Cloudflare. Masalah terbaru ini terjadi kurang dari sebulan setelah insiden serupa pada pertengahan November lalu.
Pada gangguan sebelumnya, Cloudflare menjelaskan bahwa penyebab utama adalah pertumbuhan file konfigurasi otomatis yang mengelola trafik ancaman melebihi batas normal sehingga memicu crash pada sistem pengatur lalu lintas layanan.
Gangguan kali ini juga berdampak pada beberapa layanan digital seperti LinkedIn, Ajaib, Pixif, dan lainnya.
Melalui halaman status resminya, Cloudflare menyebutkan adanya kendala yang berdampak pada Dashboard/API.
Pada pukul 16.12 WIB, Cloudflare menyatakan:“Kami terus menyelidiki masalah ini.. (hm16)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















