Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Cloudflare Perbaiki Gangguan Global yang Buat Layanan Internet Sempat Tumbang

Mistar.idRabu, 19 November 2025 pukul 08.03 WIB
cloudflare_perbaiki_gangguan_global_yang_buat_layanan_internet_sempat_tumbang

Layanan Cloudflare yang sempat bermasalah. (foto:mint/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Akses ke sejumlah layanan internet global mulai kembali normal setelah Cloudflare memperbaiki gangguan teknis yang sempat membuat berbagai situs besar tidak dapat diakses pada Selasa (18/11/2025) malam waktu setempat.

Platform seperti X (sebelumnya Twitter), ChatGPT, dan Canva sempat menampilkan pesan galat akibat masalah pada jaringan Cloudflare. Gangguan terjadi ketika pengguna di berbagai negara menerima notifikasi “internal server error” saat membuka situs yang bergantung pada layanan Cloudflare.

Beberapa jam setelah gangguan berlangsung, Chief Technology Officer (CTO) Cloudflare, Dane Knecht, menyampaikan bahwa layanan perusahaan telah kembali beroperasi penuh. Ia menyebut aliran trafik di jaringan Cloudflare berhasil dipulihkan sekitar pukul 14.30 UTC.

“Kami berhasil mengatasi dampak pada trafik jaringan sekitar pukul 14.30 UTC. Itu prioritas pertama kami,” ujar Dane Knecht dalam pernyataan di blog resmi, mengonfirmasi bahwa seluruh layanan telah pulih sepenuhnya.

Ia menjelaskan bahwa gangguan tersebut tidak hanya memengaruhi lalu lintas jaringan, tetapi juga control plane, dashboard, dan API yang digunakan pelanggan untuk mengonfigurasi layanan Cloudflare. “Control plane kini sepenuhnya pulih. Kami terus memantau layanan-layanan tersebut dan memastikan semuanya benar-benar beroperasi normal,” tambahnya.

“Cloudflare menyadari dan sedang menyelidiki masalah yang berpotensi berdampak pada banyak pelanggan,” demikian pernyataan resmi perusahaan. Berdasarkan penelusuran KompasTekno, layanan yang sebelumnya terdampak seperti X/Twitter, Canva, dan ChatGPT telah kembali dapat diakses.

Cloudflare merupakan penyedia infrastruktur internet yang menyediakan perlindungan dari serangan siber sekaligus memastikan situs tetap berjalan saat trafik tinggi. Perusahaan tersebut berjanji akan merilis laporan lengkap mengenai penyebab gangguan serta langkah pencegahannya dalam beberapa jam ke depan.

Gangguan Global dan Permintaan Maaf Cloudflare

Layanan internet global sempat lumpuh pada Selasa malam, 18 November 2025, setelah Cloudflare mengalami gangguan besar yang membuat sejumlah platform populer seperti Canva, ChatGPT, Claude, X (Twitter), Perplexity, Spotify, hingga Discord tumbang. Insiden ini berlangsung selama beberapa jam dan memicu lonjakan laporan error di berbagai negara, termasuk Indonesia.

CTO Cloudflare, Dane Knecht, akhirnya angkat suara dan mengakui kegagalan internal sebagai penyebab utama insiden tersebut. Dalam pernyataan terbuka di X, Knecht menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang memengaruhi banyak pengguna.

"Hari ini kami mengecewakan pelanggan kami dan internet secara lebih luas ketika masalah di jaringan Cloudflare memengaruhi sejumlah besar trafik yang bergantung pada kami. Saya meminta maaf atas dampak yang kami sebabkan," tulis Knecht.

Bug Latensi Jadi Penyebab Utama

Knecht menjelaskan bahwa gangguan disebabkan oleh bug latensi (latent bug) pada salah satu layanan inti yang menangani mitigasi bot. Bug tersebut sebelumnya tidak menunjukkan gejala, tetapi tiba-tiba aktif dan menyebabkan crash setelah Cloudflare melakukan perubahan konfigurasi rutin.

“Singkatnya, bug latensi pada layanan yang mendukung mitigasi bot mulai crash setelah perubahan konfigurasi rutin. Itu memicu degradasi luas pada jaringan kami. Ini bukan serangan,” tegasnya, menampik dugaan serangan siber.

Bug ini menyebabkan berbagai layanan berbasis Cloudflare menampilkan error seperti “Please unblock challenges.cloudflare.com to proceed”, error 500, hingga halaman tidak dapat dimuat sama sekali.

Pemulihan Trafik dan Normalisasi Layanan

Cloudflare menyatakan bahwa alur trafik berhasil dipulihkan sekitar pukul 14.30 UTC atau 21.30 WIB. Setelah trafik kembali stabil, tim teknis fokus memulihkan control plane, dashboard, dan API yang digunakan pelanggan untuk mengelola layanan Cloudflare.

Knecht menegaskan bahwa perbaikan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa. Ia mengakui bahwa skala dampak dan durasi penyelesaian insiden “tidak dapat diterima”.

“Kami berhasil menyelesaikan dampak pada trafik yang mengalir melalui jaringan kami sekitar pukul 14.30 UTC. Namun, insiden ini memerlukan pekerjaan tambahan untuk sepenuhnya memulihkan control plane dashboard dan API yang digunakan pelanggan untuk mengonfigurasi Cloudflare. Saat ini control plane telah pulih sepenuhnya. Kami terus memantau layanan tersebut dan memastikan semuanya beroperasi penuh,” jelasnya.

Dalam halaman status resmi Cloudflare, perusahaan menyebut bahwa perbaikan telah diimplementasikan dan insiden dinyatakan selesai. Pemantauan tambahan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada error tersisa.

“Perbaikan telah diterapkan dan kami yakin insiden ini telah teratasi. Kami terus memantau error untuk memastikan semua layanan kembali normal,” tulis Cloudflare dalam pernyataan resminya.

Cloudflare berjanji akan merilis laporan postmortem lengkap beberapa jam setelah insiden. Laporan tersebut akan mencakup rincian teknis penyebab bug, metode mitigasi, serta langkah-langkah pencegahan jangka panjang. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN