Fenomena Astronomi Januari 2026: Supermoon, Hujan Meteor, dan Okultasi Bulan

Ilustrasi hujan meteor. (foto:wikimediacommons/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Langit akan dihiasi berbagai fenomena astronomi sepanjang Januari 2026. Beberapa fenomena yang diprediksi menghiasi langit Bumi antara lain supermoon, hujan meteor Quadrantids, hingga okultasi Bulan dengan Beta Tauri.
Menariknya, beberapa fenomena ini bisa disaksikan langsung di Indonesia dengan mata telanjang.
Berikut fenomena astronomi Januari 2026 yang dikutip dari laman In The Sky, Rabu (31/12/2025):
1. Supermoon Mendekati Jupiter (3 Januari)
Bulan purnama awal tahun 2026 ini akan tampak bercahaya bersama Jupiter. Bulan berada di dekat perigee, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang, meski ukurannya tetap sama. Supermoon Januari ini menjadi yang pertama dari tiga supermoon sepanjang 2026.
2. Hujan Meteor Quadrantids (3–4 Januari)
Hujan meteor Quadrantids berlangsung 1–5 Januari tiap tahun. Pada Januari 2026, puncaknya diprediksi 3–4 Januari dengan sekitar 40 meteor per jam. Meteor berasal dari sisa debu komet 2003 EH1. Titik radiasinya berada di konstelasi Bootes, namun meteor bisa terlihat di berbagai penjuru langit.
3. Jupiter pada Oposisi (10 Januari)
Jupiter mencapai oposisi, di mana Bumi berada di antara Jupiter dan Matahari. Posisi ini membuat Jupiter tampak lebih terang dan lebih besar dari biasanya. Amati langit di sisi timur sekitar matahari terbenam; planet berada di konstelasi Gemini dan tetap di atas cakrawala sepanjang malam.
4. NGC 2403 Tampak Jelas (15 Januari)
NGC 2403, galaksi spiral di konstelasi Camelopardalis, akan berada pada posisi paling jelas di langit malam. Galaksi ini sulit diamati karena letaknya jauh di utara; magnitudo 8,9 membuatnya tidak terlihat dengan mata telanjang.
5. Okultasi Bulan terhadap Beta Tauri (29 Januari)
Bulan akan melintas di depan Beta Tauri (Elnath), bintang kedua paling terang di rasi Taurus. Fenomena ini terlihat dari Indonesia bagian timur, Papua Nugini, Filipina tenggara, dan Kepulauan Solomon. Beta Tauri akan tersembunyi di balik Bulan pukul 15:55 WIB dan muncul kembali pukul 16:58 WIB.
Fenomena lain di awal 2026 termasuk Wolf Moon, bulan purnama pertama di tahun ini, diprediksi terjadi 3–4 Januari. Fase ini terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, membuat Bulan tampak bulat penuh. Wolf Moon mendapat namanya dari tradisi masyarakat utara yang mengaitkan purnama Januari dengan serigala yang melolong kelaparan.
Selain itu, pada 23 Januari Bulan akan dekat Saturnus dan Neptunus, membutuhkan teleskop untuk pengamatan. Pada 31 Januari, Bulan akan sejajar lagi dengan Jupiter dan bisa diamati di malam hari. (hm16)






















