Terhambat Ekonomi dan Sempat Tak Direstui Orang Tua, Salwa Masuk UGM Jalur SNBP

Salwa Ermina Siregar, siswa MAN Insan Cendekia Tapsel yang berhasil masuk PTN jalur SNBP 2026. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perjuangan Salwa Ermina Siregar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tidak berjalan mulus sejak awal. Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Tapanuli Selatan ini bahkan sempat tidak mendapat restu dari orang tuanya karena keterbatasan ekonomi.
Namun, tekadnya membawa ia lulus ke Universitas Gadjah Mada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Salwa, yang merupakan penerima Beasiswa Martabe dari PT Agincourt Resources, mengaku awalnya dilarang merantau jauh untuk kuliah. Meski begitu, ia tetap mencoba mendaftar ke kampus impiannya di Pulau Jawa.
“Awalnya saya tidak diizinkan untuk kuliah jauh-jauh, tapi saya nekat mendaftar di UGM. Setelah lulus, orang tua akhirnya mengizinkan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Siswa asal Batang Toru, kelahiran 2007 itu dikenal sebagai siswa berprestasi di MAN IC Tapsel. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan dengan predikat siswa berprestasi tahun 2026.
Keberhasilannya tidak terlepas dari berbagai capaian yang pernah diraih. Salwa pernah meraih juara 2 dalam ajang Sobat Competition 2025 tingkat nasional yang diselenggarakan ASTRA United Tractors. Bersama rekannya, Fathi Rizki, ia memperoleh trofi, sertifikat, uang pembinaan, serta kesempatan magang di perusahaan tersebut.
“Magang di United Tractors menjadi sebuah pengalaman berharga untuk saya. Pencapaian yang saya dapatkan menjadi motivasi tersendiri buat saya untuk semakin semangat melanjutkan studi,” tuturnya.
Anak kedua dari pasangan Rusdi Hanafi Siregar dan Fitriah itu menjadi salah satu penerima manfaat beasiswa Martabe di tingkat SMA. Salwa pun berharap dapat kembali memperoleh dukungan serupa saat melanjutkan studi di bangku kuliah.
“Saya sangat senang dan bersyukur bisa lulus jalur SNBP. Orang tua saya juga ikut bahagia. Tapi di balik itu ada rasa cemas karena kondisi ekonomi,” katanya.
Dengan penuh optimisme, ia telah mendaftarkan diri sebagai calon penerima Beasiswa Martabe Prestasi Tahunan 2026. Ia berharap dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. Salwa juga berkomitmen, ke depannya akan memberikan kontribusi bagi perusahaan maupun daerah asalnya.
Sementara itu, Kepala MAN IC Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, mengaku bangga atas capaian siswanya. Berdasarkan hasil SNBP 2026, sebanyak 12 dari 32 siswa MAN IC Tapsel dinyatakan lolos ke berbagai perguruan tinggi negeri.
Ia menyebut Salwa sebagai salah satu siswa berprestasi yang berhasil menembus perguruan tinggi favorit dengan memilih program studi Teknik Kimia di Universitas Gadjah Mada.
“Salwa adalah salah satu siswa kami yang berprestasi di MAN IC,” ujarnya. (hm20)






















