PPG Kemendikdasmen Dorong Profesionalisme Guru di Sumatera Utara

Foto bersama pada seminar praktik baik guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Medan. (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini memiliki beberapa program prioritas, salah satunya adalah Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Hal itu disampaikan Direktur PPG Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra, saat membuka Seminar Pendidikan Berbagi Praktik Baik yang digelar Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumatera Utara di Medan.
Ia menyebutkan bahwa PPG merupakan program pendidikan profesi untuk menyiapkan calon guru yang profesional, berakhlak mulia, berdedikasi tinggi, serta memberikan dampak positif pada satuan pendidikan dan lingkungannya.
Program ini diselenggarakan bagi lulusan sarjana atau sarjana terapan maupun diploma IV, baik dari jurusan pendidikan maupun nonkependidikan, bagi calon guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik.
Ia mengatakan bahwa guru merupakan kunci utama untuk dapat merubah arah pendidikan di Indonesia.
“Guru itu harus profesional dan gurunya juga sejahtera, itu kunci. Dia mampu tapi tidak sejahtera, kurang pas. Dia sejahtera gurunya, tapi juga tidak profesional, juga salah. Selalu butuh keseimbangan,” katanya, Senin (8/12/2025).
Ferry juga menekankan bahwa profesionalisme guru bertumpu pada tiga standar yang masih berlaku hingga kini, yaitu kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi.
“Artinya, seorang guru profesional itu mesti punya kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN, terus menjadi perhatian pemerintah, termasuk melalui tunjangan profesi serta berbagai bantuan lain yang terkait dengan sertifikasi guru.
Sementara itu, Kepala BBGTK Sumut, Joko Ahmad Julifan, menegaskan bahwa seminar ini menjadi wadah untuk berbagi informasi dan praktik baik sekaligus memperkuat kompetensi, kolaborasi, dan profesionalisme GTK di Sumut.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi antara para guru dan tenaga kependidikan Sumut yang jarang dapat bertemu langsung.
“Kami yakin praktik baik para GTK hebat dapat diadopsi dan direplikasi oleh kita semua, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Joko melaporkan bahwa peserta seminar berasal dari penanggung jawab program komunitas dari 33 kabupaten/kota, pelopor komunitas belajar, unsur profesi, hingga mitra pendidikan lainnya.
Setelah sesi pembukaan, seminar berlanjut pada refleksi dan evaluasi pelaksanaan berbagai program prioritas Kemendikdasmen di Sumatera Utara. Materi disampaikan oleh para Ketua Tim Kerja BBGTK Sumut.
Peserta yang hadir merupakan guru PAUD hingga SLB, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, serta perwakilan dinas dan komunitas belajar seperti MGMP, KKG, dan KKKS dari seluruh Sumatera Utara. Pembukaan kegiatan juga turut didampingi Kabag Umum Julian Henry Sembiring. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Kemenag Siapkan BSU Rp270 Miliar untuk Guru Non-ASN





















