Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Mahniar Sinaga: Literasi Keuangan Sejak Dini Kunci Anak Mandiri dan Bijak

Mistar.idSelasa, 31 Maret 2026 pukul 18.55 WIB
mahniar_sinaga_literasi_keuangan_sejak_dini_kunci_anak_mandiri_dan_bijak

Penggiat Literasi Indonesia, Mahniar Sinaga saat mengajar di dalam kelas. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Literasi keuangan dinilai sebagai keterampilan hidup penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini karena tidak hanya berkaitan dengan uang, tetapi juga membentuk karakter anak agar mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini disampaikan Mahniar Sinaga, penggiat literasi Indonesia.

Menurut Mahniar, literasi keuangan adalah kemampuan mengelola, merencanakan, serta mengambil keputusan bijak terkait keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam konteks pendidikan, literasi keuangan membantu anak menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan tidak konsumtif,” ujarnya kepada MISTAR, Selasa (31/3/2026).

Ia menegaskan bahwa pembelajaran literasi keuangan sejak dini sangat penting karena masa anak-anak merupakan waktu terbaik untuk membentuk kebiasaan baik. Melalui program kokurikuler yang dijalankannya, anak-anak lebih mudah memahami konsep sederhana seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belajar bersabar dalam menggunakan uang.

Praktisi pendidikan itu menjelaskan, apabila kebiasaan tersebut ditanamkan sejak kecil, anak tidak akan kesulitan mengelola keuangan saat dewasa.

Lebih lanjut, Guru SD 068008 Medan itu menyebutkan beberapa hal mendasar yang perlu dipahami anak, antara lain: perbedaan kebutuhan dan keinginan, sumber uang, cara mengelola uang saku dengan bijak, serta pemahaman tentang usaha dan proses memperoleh uang beserta hak dan kewajiban yang menyertainya.

Menurutnya, pemahaman tersebut memberikan banyak keuntungan, antara lain:

- Anak menjadi lebih bertanggung jawab terhadap uangnya.

- Tidak mudah boros atau konsumtif; hal ini dibuktikan melalui kegiatan menabung selama satu semester demi outing class.

- Memiliki kemampuan merencanakan masa depan.

- Lebih mandiri dan percaya diri dalam mengambil keputusan.

Selain dari sekolah, Mahniar menyebut literasi keuangan dapat diperoleh dari keluarga sebagai pendidik pertama, lingkungan masyarakat seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta media digital berupa video edukasi dan permainan edukatif.

Dalam penerapannya, Mahniar menyampaikan literasi keuangan dengan cara menyenangkan dan kontekstual. Ia menggunakan buku cerita sebagai pemantik, mengajarkan pengelolaan uang saku dan tabungan, serta mengajak siswa bermain peran dalam kegiatan jual beli.

Siswa juga diajak membuat celengan kreatif, berdiskusi tentang pengalaman menggunakan uang, hingga mengikuti cerdas cermat menggunakan aplikasi digital seperti Wayground atau Quizizz.

“Harapan saya, anak-anak tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Selain itu, ia berharap anak-anak saat ini tumbuh menjadi generasi yang bijak dalam pengelolaan keuangan, tidak konsumtif, dan mampu merencanakan masa depan.

“Yang paling penting, mereka memiliki karakter jujur, disiplin, serta bertanggung jawab, baik di masa kini maupun ketika diamanahkan menjadi seorang pemimpin,” katanya penuh harap. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN