Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Pemko Pematangsiantar Gandeng UNICEF dan Tanoto Foundation Perkuat Literasi Siswa SD

Mistar.idKamis, 5 Maret 2026 pukul 12.30 WIB
pemko_pematangsiantar_gandeng_unicef_dan_tanoto_foundation_perkuat_literasi_siswa_sd

Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, bertemu perwakilan United Nations Children's Fund (UNICEF). (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bertemu perwakilan United Nations Children's Fund (UNICEF) dan Tanoto Foundation untuk membahas penguatan literasi dan numerasi dasar di sekolah dasar. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wali Kota Pematangsiantar pada Rabu (4/3/2026).

Wali Kota Wesly Silalahi paparkan sejumlah program yang tengah dijalankan pemerintah kota untuk perkuat kualitas pendidikan. Salah satunya adalah program bimbingan belajar tambahan bagi siswa SD dan SMP yang bekerja sama dengan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJLSP).

Program tersebut saat ini masih dalam tahap awal dan diikuti 15 siswa dari tingkat SD dan SMP. Mata pelajaran yang diberikan meliputi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan Bahasa Indonesia.

“Program bimbingan belajar ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemampuan akademik siswa sekaligus mendukung visi Pematangsiantar sebagai kota yang cerdas,” kata Wesly.

Selain itu, Pemko Pematangsiantar juga tengah menguji coba program sekolah bilingual di tingkat sekolah dasar serta mengembangkan sekolah unggulan.

Menurut Wesly, langkah ini merupakan bagian dari strategi menghidupkan kembali citra Pematangsiantar sebagai kota pendidikan di Sumatera Utara.

Ia menilai peningkatan kualitas sekolah negeri akan mendorong minat orang tua menyekolahkan anak mereka ke lembaga pendidikan formal, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP negeri.

“Pendidikan harus menjadi arus utama pembangunan agar Pematangsiantar tidak hanya dikenal sebagai kota persinggahan,” ujar Wesly.

Dalam kesempatan tersebut, Wesly juga mengusulkan agar pengembangan sekolah bilingual dapat diintegrasikan dengan program FAASTER yang digagas UNICEF dan Tanoto Foundation. Pemerintah kota, kata dia, siap menyiapkan infrastruktur digital serta membuka peluang penguatan materi pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.

Dari pihak UNICEF, Yuanita Marini Nagel, menjelaskan program FAASTER dirancang untuk meningkatkan keterampilan dasar literasi dan numerasi siswa kelas 1 dan 2 sekolah dasar (Fase A). Program ini menekankan pengambilan keputusan berbasis data oleh guru maupun pembuat kebijakan pendidikan.

Metode yang digunakan dalam program tersebut berupa riset pendidikan yang membandingkan sekolah intervensi dengan sekolah kontrol guna mengukur dampak praktik pengajaran guru serta penggunaan asesmen berbasis teknologi.

Program FAASTER dijadwalkan berlangsung selama empat tahun, mulai Oktober 2025 hingga Desember 2029. Sasaran program difokuskan pada sekolah dasar negeri yang memiliki capaian Rapor Pendidikan kategori merah dan kuning.

Secara nasional, program ini akan menjangkau sekitar 500 sekolah di sejumlah wilayah. Di Sumatera Utara, lokasi pelaksanaannya mencakup Medan dan Pematangsiantar. Selain itu, program juga dilaksanakan di Kabupaten Tegal (Jawa Tengah), Kota Batanghari (Jawa Timur), serta Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende di Nusa Tenggara Timur.

Peluncuran resmi program FAASTER dijadwalkan berlangsung pada 9 April 2026 di Jakarta. UNICEF berharap Wali Kota Pematangsiantar dapat hadir dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu kepala daerah yang wilayahnya menjadi lokasi pelaksanaan program. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN