Monday, June 22, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Hardiknas Jadi Momentum Menyalakan Semangat serta Refleksi untuk Memperkuat dan Memajukan Pendidikan

Mistar.idSenin, 4 Mei 2026 pukul 11.59 WIB
journalist-avatar-top
SH
hardiknas_jadi_momentum_menyalakan_semangat_serta_refleksi_untuk_memperkuat_dan_memajukan_pendidikan

Upacara di lingkungan Kanwil Kemenag Sumut. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai sebagai momentum penting untuk menyalakan kembali semangat pendidikan nasional. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Syafrizal Bancin, saat memimpin upacara di Lapangan Utama Kanwil Kemenag Sumut, Senin (4/5/2026).

Syafrizal menegaskan Hardiknas merupakan waktu yang tepat untuk refleksi sekaligus memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan. Ia menyebut pendidikan pada hakikatnya merupakan proses yang dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang untuk memanusiakan manusia.

“Pendidikan adalah proses menemukan dan mengembangkan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Intinya adalah memuliakan manusia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui konsep sistem among, yakni asah, asih, dan asuh, yang menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, kasih sayang, serta pendampingan.

Syafrizal mengaitkan arah pendidikan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto melalui Asta Cita, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas.

Menurutnya, salah satu langkah konkret yang diambil adalah penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia menjelaskan upaya tersebut ditopang oleh lima kebijakan strategis, meliputi pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter melalui budaya dan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis literasi numerasi, Sains, Teknologi, Engineering, Matematika (STEM), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan terakhir adalah perluasan akses layanan pendidikan yang inklusif dan fleksibel.

Mengutip sebuah adagium, ia menyampaikan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya yang harus dimulai dari proses pembelajaran di kelas. “Karena itu, pembelajaran mendalam merupakan ikhtiar, bagian dari upaya mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional,” ucapnya

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, yang perlu diperkuat dengan dukungan dunia usaha serta berbagai lembaga yang memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN