Monday, June 22, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Hardiknas 2026, DPRD Medan Nilai Program Tebus Ijazah Sangat Relevan untuk Warga

Mistar.idMinggu, 3 Mei 2026 pukul 17.17 WIB
journalist-avatar-top
DI
hardiknas_2026_dprd_medan_nilai_program_tebus_ijazah_sangat_relevan_untuk_warga

Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, menilai program tebus ijazah yang dijalankan Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan, Rico Waas–Zakiyuddin Harahap, sangat relevan di momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Menurutnya, program tebus ijazah yang digagas Pemerintah Kota (Pemko) Medan tersebut merupakan wujud pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam menghadirkan solusi konkret.

"Program tebus ijazah dari Pemko Medan kami nilai sebagai langkah strategis dalam membuka kembali akses pendidikan dan dunia kerja bagi masyarakat yang sempat terhambat akibat keterbatasan ekonomi," kata Tia dalam keterangan tertulis yang diterima Mistar, Minggu (3/5/2026).

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan itu mengungkapkan bahwa berdasarkan data capaian pemerintah, program tebus ijazah tersebut telah berhasil membantu penebusan ratusan ijazah masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan.

"Program tebus ijazah ini sangat relevan dengan semangat Hardiknas. Banyak masyarakat yang sebelumnya tidak bisa melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan karena ijazahnya tertahan, program ini menjadi solusi nyata," ujar Tia.

Tia mendorong agar program tersebut terus diperluas dan disosialisasikan kepada masyarakat secara masif agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya.

"Dengan sinergi antara DPRD dan Pemko Medan, cita-cita menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan diharapkan dapat benar-benar terwujud di Kota Medan, sejalan dengan semangat Hardiknas 2026," tuturnya.

Tia mengatakan, momentum Hardiknas di Medan tahun ini harus menjadi refleksi bersama, terutama bagi para pemangku kepentingan, untuk memperkuat akses pendidikan yang merata dan inklusif.

"Peringatan Hardiknas tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga harus menjadi penguat kebijakan nyata yang menyentuh masyarakat. Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Momentum Hardiknas harus dimanfaatkan untuk memastikan tidak ada lagi hambatan dalam mengakses pendidikan bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu," ucapnya. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN