Rencana Kenaikan Gaji Presiden FIFA Batal Setelah Usulan FFE Ditolak

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (foto: getty images/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Rencana kenaikan gaji Presiden FIFA, Gianni Infantino, dipastikan tidak akan terealisasi setelah usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) gagal mendapat dukungan mayoritas anggota FIFA.
Dilansir dari The Times, FIFA sebelumnya berencana membentuk FFE sebagai anak perusahaan yang akan mengelola berbagai aset komersial, termasuk hak siar, penjualan tiket, serta membuka peluang penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Namun, usulan tersebut menuai penolakan dari mayoritas federasi anggota sehingga pembentukan FFE akhirnya dibatalkan.
Laporan itu menyebutkan, jika FFE disetujui, Infantino berpotensi memperoleh kenaikan gaji yang sangat besar. Pendapatan tahunannya yang saat ini sekitar 2,6 juta euro atau setara Rp53 miliar diperkirakan meningkat menjadi sekitar 26 juta euro atau sekitar Rp539 miliar per tahun.
Dalam proses pemungutan suara yang melibatkan 211 asosiasi anggota FIFA, lebih dari separuh peserta disebut menolak rencana pembentukan FFE.
Penolakan tersebut turut memunculkan spekulasi mengenai masa depan kepemimpinan Infantino di FIFA. Posisinya dinilai tidak lagi sekuat sebelumnya menjelang Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Maret 2027, dengan agenda pemilihan presiden baru.
Infantino yang semula diperkirakan kembali maju sebagai kandidat utama disebut mulai kehilangan sebagian dukungan, termasuk dari sejumlah pihak di Eropa.
Hubungan FIFA dan UEFA sendiri dalam beberapa tahun terakhir kerap diwarnai perbedaan pandangan. Salah satu sorotan muncul ketika Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, tidak menghadiri partai final Piala Dunia 2026.
























