Persib di ACL 2: Bedah 3 Lawan Maung Bandung di Grup E, dari Raksasa Korea hingga Wakil Vietnam

Persib di ACL 2: Bedah 3 Lawan Maung Bandung di Grup E, dari Raksasa Korea hingga Wakil Vietnam. (foto ilustrasi:wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (22/9/2026) — Persib Bandung sudah mengirim sinyal pertama di AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027. Bertandang ke markas FC Seoul, Maung Bandung justru pulang membawa kemenangan 1-0.
Gol cepat Julio Cesar pada menit kelima menjadi pembeda. Setelah itu, Persib bertahan dengan disiplin untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Kemenangan tersebut membuat persaingan Grup E langsung menarik. Sebab, Persib tidak hanya berhadapan dengan FC Seoul, tetapi juga Melbourne Victory dari Australia dan The Cong-Viettel dari Vietnam.
Ketiganya menawarkan tantangan berbeda. Seoul membawa tradisi sepak bola Korea Selatan dan pengalaman panjang di Asia. Melbourne Victory punya karakter permainan Australia serta pengalaman sembilan kali tampil di kompetisi kasta tertinggi Asia. Sementara The Cong-Viettel datang dengan kombinasi pemain Vietnam dan legiun asing.
Inilah profil dan kekuatan tiga lawan Persib di ACL 2.
FC Seoul: Raksasa Korea yang Sudah Lebih Dulu Diuji Persib
FC Seoul adalah klub dengan rekam jejak panjang di kompetisi Asia.
Mereka pernah menjadi runner-up Asian Club Championship pada 2002 dan mencapai final AFC Champions League pada 2013. Seoul juga pernah menembus semifinal pada 2014 dan 2016.
Pengalaman itu membuat FC Seoul bukan lawan sembarangan. Bahkan sebelum menghadapi Persib, Seoul berstatus salah satu kekuatan utama Korea Selatan.
Namun Persib sudah membuktikan bahwa reputasi tersebut tidak otomatis membuat Seoul tak tersentuh. Pada laga pembuka Grup E, Maung Bandung menang 1-0 di Seoul lewat gol Julio Cesar.
Patryk Klimala, Ancaman di Lini Depan
Salah satu pemain yang patut mendapat perhatian adalah striker Polandia, Patryk Klimala.
Pada musim 2026, Klimala telah mencetak 13 gol dalam 27 pertandingan K League 1 untuk FC Seoul. Karakter permainannya mengandalkan kecepatan, pergerakan tanpa bola, penetrasi, serta kemampuan melakukan pressing dari lini depan.
Dengan karakter tersebut, Seoul dapat menjadi sangat berbahaya ketika mendapatkan ruang di belakang lini pertahanan.
Persib sudah berhasil meredam ancaman itu pada pertemuan pertama. Namun pada fase grup yang masih panjang, FC Seoul tetap menjadi lawan yang harus diperhitungkan.
Melbourne Victory: Fisik, Transisi, dan Pengalaman Asia
Lawan kedua Persib adalah Melbourne Victory.
Klub Australia tersebut memiliki pengalaman panjang di kompetisi kontinental. Victory tercatat sudah sembilan kali tampil di kompetisi AFC Champions League, termasuk beberapa kali mencapai fase gugur. Namun ACL 2 2026/2027 menjadi penampilan pertama mereka di kompetisi ini.
Menariknya, Victory memasuki turnamen dengan modal cukup kuat.
Sebelum memulai ACL 2, mereka melaju hingga final Australia Cup. Pada laga pembuka Grup E melawan The Cong-Viettel, Victory bahkan mampu unggul lebih dahulu melalui Clarismario Santos sebelum akhirnya disamakan Lucas Ribamar empat menit kemudian.
Harrison Sawyer, Striker yang Sedang Naik Daun
Nama Harrison Sawyer layak diperhatikan dari kubu Melbourne Victory.
Striker Australia berusia 29 tahun itu baru bergabung pada Juli 2026 setelah mencetak 13 gol dalam dua musim sebelumnya bersama Macarthur FC di berbagai kompetisi. Ia juga menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Victory menuju final Australia Cup.
Karakter Victory membuat pertandingan melawan mereka berpotensi menjadi duel yang berbeda bagi Persib.
Jika FC Seoul menawarkan intensitas pressing dan permainan cepat, Melbourne Victory bisa menguji Persib melalui duel fisik, bola kedua, serta transisi langsung dari bertahan ke menyerang.
Pertemuan pertama Persib kontra Victory dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 28 Oktober 2026. Tujuh hari kemudian, tepatnya 4 November 2026, Melbourne Victory vs Persib di Melbourne Rectangular Stadium.
The Cong-Viettel: Wakil Vietnam dengan Senjata Brasil
Lawan ketiga Persib adalah The Cong-Viettel.
Klub Vietnam ini juga memulai ACL 2 dengan hasil imbang 1-1 melawan Melbourne Victory. Mereka sempat tertinggal melalui gol Clarismario Santos, tetapi Lucas Ribamar menyamakan skor empat menit kemudian.
Hasil tersebut menunjukkan satu karakter penting: The Cong-Viettel memiliki kemampuan merespons tekanan dengan cepat.
Musim 2026/2027 juga membawa perubahan cukup besar dalam skuad mereka. Klub mendatangkan sejumlah pemain baru, termasuk beberapa pemain asing seperti Ribamar, Andree Luiz, dan Hernandez Rodrigues. The Cong-Viettel bahkan memasang target menembus delapan besar zona Asia di ACL 2.
Lucas Ribamar, Target Man yang Perlu Diwaspadai
Ribamar menjadi salah satu pemain paling menarik.
Penyerang Brasil tersebut langsung mencetak gol pada pertandingan pertama ACL 2 untuk menyelamatkan The Cong-Viettel dari kekalahan.
Golnya ke gawang Melbourne Victory juga memperlihatkan salah satu senjata utama tim Vietnam tersebut: kemampuan memanfaatkan duel di area penalti.
Karena itu, Persib perlu memberi perhatian khusus pada situasi bola silang dan bola mati ketika menghadapi The Cong-Viettel.
Tiga Lawan, Tiga Karakter yang Berbeda
Grup E memberi Persib ujian yang tidak sama dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
FC Seoul menguji kemampuan menghadapi tempo tinggi, pressing, dan pemain dengan pengalaman di level Asia.
Melbourne Victory membawa duel fisik, permainan langsung, dan transisi cepat.
Sementara The Cong-Viettel menawarkan permainan yang lebih dinamis dengan perpaduan pemain lokal dan legiun asing, termasuk Ribamar di lini depan.
Persib sudah melewati ujian pertama dengan hasil yang mengejutkan. Kemenangan 1-0 di kandang FC Seoul menjadi modal penting sekaligus bukti bahwa Maung Bandung mampu mencuri hasil di level Asia.
Namun perjalanan masih panjang.
Dengan dua tim teratas Grup E yang berhak melaju ke fase knockout, setiap poin akan menjadi sangat penting.
Bagi Persib, tantangannya bukan sekadar mengalahkan lawan. Maung Bandung harus mampu beradaptasi dengan tiga karakter sepak bola berbeda: Korea Selatan, Australia, dan Vietnam.
Jika mampu melakukannya secara konsisten, jalan menuju fase gugur ACL 2 akan semakin terbuka.
(afc/a-league/k-league/viettelsports/*/hm27)






































