Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Empat Saudara Kandung Bela Negara Berbeda di Panggung Piala Dunia 2026

Mistar.idSelasa, 9 Juni 2026 21.35
journalist-avatar-top
empat_saudara_kandung_bela_negara_berbeda_di_panggung_piala_dunia_2026

Desire Doue membela Prancis sedangkan sang kakak, Guela Doue membela Pantai Gading. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antarnegera, tetapi juga cerita unik di balik para pemain yang tampil di turnamen tersebut. Salah satunya adalah keberadaan beberapa saudara kandung yang memilih membela negara berbeda di level internasional.

Perbedaan pilihan itu umumnya dipengaruhi latar belakang keluarga, tempat kelahiran, hingga peluang berkarier di tim nasional masing-masing. Berikut empat pasangan kakak beradik yang akan tampil membela negara berbeda di Piala Dunia 2026.

1. Desire Doue (Prancis) dan Guela Doue (Pantai Gading)

Dua bersaudara ini memilih jalur berbeda di level tim nasional. Sang adik, Desire Doue, berkembang pesat di sepak bola Prancis dan sejak usia muda menjadi bagian dari skuad Les Bleus di berbagai kelompok umur.

Kariernya terus menanjak hingga kini menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa.

Sementara itu, sang kakak, Guela Doue, juga memiliki perjalanan karier yang solid di level klub. Namun, kesempatan memperkuat tim senior Prancis tak kunjung datang. Akhirnya, ia memilih membela Pantai Gading, negara asal ayahnya, dan kini menjadi bagian penting skuad nasional negara Afrika tersebut.


2. Nico Williams (Spanyol) dan Inaki Williams (Ghana)

Kisah Nico dan Inaki Williams juga menarik perhatian. Nico yang lebih muda berhasil mencuri sorotan bersama Athletic Bilbao dan kemudian menjadi pemain penting Timnas Spanyol.

Di sisi lain, Inaki Williams sempat mencatatkan satu penampilan bersama Spanyol pada 2016. Namun, minimnya kesempatan membuatnya memilih memperkuat Ghana, negara asal kedua orang tuanya.

Sejak bergabung pada 2022, Inaki menjadi salah satu pemain andalan The Black Stars.

Nico Williams membela Spanyol sedangkan Inaki Williams bermain untuk Ghana. (foto: reuters/mistar)

3. John Souttar (Skotlandia) dan Harry Souttar (Australia)

John dan Harry Souttar sama-sama lahir dan besar di Skotlandia. Keduanya juga mengawali perjalanan sepak bola di negara tersebut.

John berhasil menembus tim nasional senior Skotlandia, sedangkan Harry mengambil jalur berbeda setelah menerima tawaran membela Australia melalui garis keturunan ibunya.

Keputusan itu terbukti tepat karena Harry berkembang menjadi pemain kunci Socceroos dan bahkan pernah dipercaya mengenakan ban kapten.

4. Derrick Luckassen (Ghana) dan Brian Brobbey (Belanda)

Derrick Luckassen dan Brian Brobbey juga berasal dari keluarga yang sama, tetapi membela negara berbeda.

Luckassen sempat memperkuat berbagai kelompok umur Belanda, namun gagal menembus tim senior. Pada 2026, ia memilih menerima panggilan Timnas Ghana yang memiliki hubungan keturunan dengan keluarganya.

Sementara itu, Brobbey berhasil menembus Timnas Belanda setelah tampil impresif di level klub. Meski persaingan di lini depan De Oranje cukup ketat, ia tetap menjadi bagian dari skuad senior Belanda.

Keempat pasangan saudara tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola modern semakin dipengaruhi latar belakang multikultural. Meski berasal dari keluarga yang sama, mereka memilih jalan berbeda demi mewujudkan impian tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN