Newsroom: Hujan Seharian, Sungai Meluap Ribuan Rumah di Tapteng Kembali Terendam

Newsroom: Hujan Seharian, Sungai Meluap Ribuan Rumah di Tapteng Kembali Terendam
Newsroom: Hujan Seharian, Sungai Meluap Ribuan Rumah di Tapteng Kembali Terendam
Tapanuli Tengah, MISTAR.ID
Bencana banjir bandang dan tanah longsor kembali menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (16/2/2026). Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 12.10 WIB hingga malam hari menyebabkan seluruh sungai di wilayah ini meluap. Ribuan rumah warga di sejumlah kecamatan kembali terendam.
Di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 2 meter. Jalan nasional yang menghubungkan Sibolga–Padangsidimpuan tidak dapat dilalui akibat genangan dan arus deras. Ribuan kendaraan dari dua arah terjebak dan mengular di badan jalan.
Arus Sungai Lopian yang meluap hingga ke badan jalan membuat Jembatan Lopian nyaris terputus. Warga menyebut jembatan tersebut sempat bergetar akibat hantaman kayu balok yang terbawa arus.
Selain itu, akses menuju Desa Lubuk Ampolu dilaporkan terputus dan sekitar 80 jiwa telah dievakuasi. Di Kecamatan Sitahuis, longsoran menutup bahu jalan sehingga jalur Sibolga–Tarutung rawan dilintasi. Debit Sungai Aek Sirahar di Kecamatan Barus juga meningkat dan berpotensi meluap.
Ratusan warga kini mengungsi ke GOR Pandan serta sejumlah sekolah dan fasilitas umum yang kembali difungsikan sebagai tempat evakuasi.
Sebagian besar pengungsi berasal dari Kecamatan Tukka dan Pandan setelah rumah mereka terendam hingga mencapai sekitar 2 meter, dengan kondisi serupa banjir pada 25 November 2025 lalu.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menyiagakan dapur umum, tempat tidur, layanan kesehatan 24 jam, obat-obatan, serta ambulans bagi para pengungsi. Listrik di sejumlah wilayah terdampak dipadamkan untuk mencegah risiko yang lebih tinggi.
Sebelumnya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Tapanuli Tengah menggelar rapat pada Senin (16/2/2026) siang guna membahas langkah penanganan banjir susulan.
Pada kesempatan itu, Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir Tapteng telah mengalami 3 kali banjir, yakni pada 11, 15, dan 16 Februari 2026.
Hasil rapat memutuskan bahwa status Kabupaten Tapanuli Tengah tetap berada pada fase transisi menuju pemulihan bencana dan tidak kembali menetapkan status tanggap darurat setelah mempertimbangkan dasar regulasi serta keberlanjutan proses rekonstruksi yang sedang berjalan.
Sebanyak 11 kecamatan terdampak banjir susulan, yakni Tukka, Pandan, Badiri, Sibabangun, Pinangsori, Lumut, Tapian Nauli, Sorkam, Barus, Pasaribu Tobing, dan Sarudik.
Pemkab Tapteng mendorong pembangunan tanggul permanen di sepanjang sungai rawan meluap serta meminta dukungan alat berat dari pemerintah pusat guna mempercepat normalisasi sungai.
Forkopimda menegaskan fokus saat ini adalah keselamatan warga, penguatan data, percepatan bantuan, serta memastikan pemulihan dan rekonstruksi berjalan berkelanjutan agar bencana serupa tidak terus berulang.
Langkah yang dilakukan saat ini meliputi evakuasi warga menggunakan truk dan perahu, pendirian dapur umum, serta koordinasi dengan TNI-Polri dan PLN guna memastikan keselamatan masyarakat.
Hingga Senin malam, belum ada laporan korban jiwa dan hujan masih mengguyur sejumlah wilayah. (hm21).






















