Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gunung Semeru Kembali Erupsi, PVMBG Tegaskan Status Tetap Level IV Awas

Mistar.idSenin, 24 November 2025 pukul 20.06 WIB
gunung_semeru_kembali_erupsi_pvmbg_tegaskan_status_tetap_level_iv_awas

Situasi terbaru Gunung Semeru masih berstatus awas. (foto:pvmbg/mistar)

news_banner

Lumajang, MISTAR.ID

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengembuskan asap putih setinggi 500–1.000 meter dari puncak pada Senin (24/11/2025).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa kondisi visual gunung api tersebut terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut.

“Secara visual, gunung api tampak jelas hingga tertutup kabut 0–II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang, membumbung sekitar 500–1.000 meter dari puncak,” ujarnya dalam laporan tertulis.

Cuaca di sekitar Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu berawan hingga mendung, dengan suhu udara 21–22 derajat Celsius. Angin bertiup lemah ke arah timur.

Selama periode pengamatan enam jam, mulai pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat 44 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 64–147 detik, satu kali gempa hembusan, dan tiga kali gempa tektonik jauh.

“Gunung Semeru juga mengalami satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 8 mm dan durasi 52 detik, serta tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3–30 mm, S–P 39 detik, dan durasi 51–284 detik,” jelas Mukdas.

Semeru kembali tercatat erupsi pada pukul 03.04 WIB. Meski tidak teramati secara visual, letusan tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 142 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa status Gunung Semeru hingga Senin (24/11/2025) pagi masih berada pada Level IV atau Awas. Status ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dan dinamis sehingga seluruh rekomendasi keselamatan wajib dipatuhi, terutama bagi warga yang bermukim di sektor tenggara gunung.

PVMBG melarang seluruh aktivitas manusia di sektor tenggara sejauh 20 km dari puncak, terutama sepanjang alur Besuk Kobokan. Di luar area tersebut, warga diminta menjauhi bantaran sungai minimal 500 meter karena potensi awan panas dan aliran lahar masih tinggi. Radius 8 km dari kawah juga harus steril dari aktivitas warga karena risiko lontaran batu pijar.

“Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius delapan kilometer dari kawah Gunung Semeru mengingat potensi bahaya lontaran batu pijar,” tegas PVMBG.

PVMBG kembali mengingatkan bahwa potensi bahaya masih sangat tinggi sehingga warga diminta mengikuti arahan petugas dan terus memantau informasi resmi.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah, menekankan pentingnya penggunaan masker untuk mencegah paparan abu vulkanik yang dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya pada anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

“Penggunaan masker secara rutin saat berada di zona terdampak dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat partikel abu vulkanik dan mencegah ISPA,” ujarnya.

Selain menggunakan masker, warga diminta menjauhi jalur awan panas serta menghindari aktivitas di daerah aliran sungai yang menjadi jalur luncuran material vulkanik. Warga juga diimbau segera melapor ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, atau gejala ISPA lainnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama petugas lapangan dan tim medis terus memantau kondisi masyarakat serta memastikan ketersediaan masker dan perlengkapan kesehatan di posko pengungsian maupun titik rawan terdampak.

Dalam laporan resmi periode pengamatan 24 November 2025 pukul 00.00–06.00 WIB, PVMBG mencatat cuaca di kawasan Semeru berada pada kondisi berawan hingga mendung dengan suhu udara 21–22°C. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, arah yang penting diperhatikan karena dapat menentukan sebaran abu apabila terjadi letusan lanjutan.

Pengamatan visual menunjukkan asap kawah bert tekanan lemah, berwarna putih dengan intensitas sedang, dan menjulang setinggi 500–1.000 meter. Namun, puncak gunung kerap tertutup kabut sehingga pengamatan visual sering bergantung pada alat seismik.

PVMBG merekam 44 gempa letusan yang mengindikasikan aktivitas erupsi masih berlangsung. Selain itu, tercatat satu gempa hembusan serta tiga gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3–30 mm dan durasi panjang, yang dinilai dapat memengaruhi kestabilan tubuh gunung.

Berdasarkan keseluruhan parameter visual dan seismik, PVMBG menyimpulkan bahwa aktivitas Gunung Semeru masih berada pada tingkat yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi jalur luncuran awan panas dan aliran lava, terutama di Besuk Kobokan.

PVMBG menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan agar tidak muncul risiko tambahan. Informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Semeru hanya merujuk pada rilis PVMBG dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Jika terjadi perubahan signifikan, pembaruan informasi akan disampaikan segera. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN