1.156 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Semeru, Dua Korban Alami Luka Bakar

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sementara sekitar 16 menit 40 detik. (Foto: Dokumentasi Tim Kerja Gunung Api, Badan Geologi via Magma.esdm)
Lumajang, MISTAR.ID
Sebanyak 1.156 jiwa terpaksa mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11/2025) sore. Data sementara yang dihimpun BPBD Jawa Timur menunjukkan para pengungsi tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, membenarkan jumlah tersebut. “Total jumlah pengungsi 1.156 jiwa, data sementara yang dihimpun hingga Rabu malam,” ujarnya, Kamis (20/11/2025) dini hari, dilansir dari CNNIndonesia.
Masjid Ar-Rahmah di Desa Oro-Oro Ombo menjadi lokasi pengungsian terbesar, menampung sekitar 500 jiwa. Balai Desa Oro-Oro Ombo menampung sekitar 200 pengungsi, termasuk 30 balita, 1 ibu hamil, serta 2 warga dengan penyakit kronis.
Lokasi lain yang menampung warga yakni SDN 04 Supiturang sekitar 100 jiwa, SDN 02 Sumberurip sekitar 200 jiwa, Kantor Kecamatan Candipuro 101 jiwa, dan rumah Kepala Desa Sumbermujur 55 jiwa.
Balai Desa Penanggal sempat menjadi lokasi pengungsian, namun seluruh warga dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing.
Selain pengungsian massal, dua warga Desa Maron, Kabupaten Kediri, yakni Haryono, 48 tahun, dan Normawati, 43 tahun, mengalami luka bakar saat melintas di sekitar Gladak Perak. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Haryoto.
BPBD Jawa Timur telah mengirimkan unit BPBD ONE beserta bantuan logistik untuk percepatan penanganan darurat.
Diketahui, Gunung Semeru mengalami erupsi signifikan pada Kamis sore, berlangsung pukul 14.13-18.11 WIB, dan memicu luncuran awan panas lebih dari 13 km ke arah Tenggara-Selatan melalui Besuk Kobokan.
Meskipun getaran banjir tidak lagi terekam sejak pukul 19.56 WIB, tingkat aktivitas Semeru tetap berada di Level IV atau Awas.
Menyusul kondisi tersebut, seluruh jalur pendakian Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo ditutup total di perbatasan Lumajang-Malang. (hm25)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















