Monday, June 8, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gempa M 7,7 Filipina Picu Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut dan Kaltim

Mistar.idSenin, 8 Juni 2026 11.57
journalist-avatar-top
gempa_m_77_filipina_picu_peringatan_dini_tsunami_di_sulut_gorontalo_sulteng_malut_dan_kaltim

Ilustrasi gempa M 7,7 Filipina (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 06.37.42 WIB. Episentrum gempa berada pada koordinat 5,80 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan hasil analisis menunjukkan gempa berpotensi menimbulkan tsunami yang dapat berdampak pada beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Lima Provinsi Masuk Peringatan Dini Tsunami

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk lima provinsi, yaitu:

  1. Sulawesi Utara (Sulut)
  2. Gorontalo
  3. Sulawesi Tengah (Sulteng)
  4. Maluku Utara (Malut)
  5. Kalimantan Timur (Kaltim)

Masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas kebencanaan.

Wilayah Berstatus Siaga Tsunami

Berdasarkan pemodelan BMKG, sejumlah daerah ditetapkan berstatus Siaga tsunami, di antaranya:

  1. Kepulauan Sangihe
  2. Kota Manado
  3. Minahasa Utara bagian utara
  4. Minahasa bagian utara
  5. Kepulauan Minahasa
  6. Minahasa Selatan bagian utara
  7. Bolaang Mongondow bagian utara
  8. Gorontalo bagian utara
  9. Buol
  10. Toli-Toli
  11. Minahasa Utara bagian selatan
  12. Minahasa bagian selatan

Status Siaga mengharuskan pemerintah daerah segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Sejumlah Daerah Berstatus Waspada

Selain wilayah Siaga, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah dengan status Waspada tsunami, antara lain:

  1. Kepulauan Talaud
  2. Kota Bitung
  3. Halmahera
  4. Donggala bagian utara
  5. Minahasa Selatan bagian selatan
  6. Kota Ternate
  7. Kutai Timur
  8. Kota Tidore
  9. Bulungan
  10. Nunukan

Untuk wilayah berstatus Waspada, masyarakat diimbau menjauhi pantai, muara sungai, dan kawasan pesisir hingga ada informasi resmi lanjutan dari BMKG.

BMKG Minta Pemda Segera Bertindak

BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah berdasarkan tingkat ancaman tsunami.

Pemerintah daerah yang berada pada status Siaga diminta segera mengarahkan warga untuk melakukan evakuasi. Sementara daerah dengan status Waspada diminta mengimbau masyarakat menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai untuk mengantisipasi potensi gelombang tsunami.

Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti perkembangan terbaru melalui kanal resmi BMKG, BPBD, BNPB, serta pemerintah daerah setempat.

Hingga laporan ini diterbitkan, otoritas masih terus memantau perkembangan aktivitas tsunami dan kondisi wilayah yang berpotensi terdampak pascagempa besar yang terjadi di Filipina tersebut.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN