Monday, June 8, 2026
home_banner_first
NASIONAL

BPBD Sulut Minta Warga untuk Waspadai Gempa Susulan Pascagempa M 7,7

Mistar.idSenin, 8 Juni 2026 15.13
AN
bpbd_sulut_minta_warga_untuk_waspadai_gempa_susulan_pascagempa_m_77

Ilustrasi. Tim SAR GAbungan memantau daerah pesisir di Sulawesi Utara pascagempa beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumentasi Arsip Basarnas)

news_banner

Manado, MISTAR.ID

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara memastikan kondisi wilayah pesisir yang sempat berstatus waspada tsunami pascagempa bumi magnitudo 7,7 masih relatif aman. Meski demikian, masyarakat diminta tetap siaga mengantisipasi potensi gempa susulan yang masih terus terjadi.

Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf H. Tamengkel, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan tinggi gelombang tsunami yang terukur di sejumlah wilayah masih tergolong kecil dan tidak menimbulkan dampak signifikan.

"Hasil pemantauan menunjukkan tinggi gelombang yang terukur sangat kecil. Di Tahuna tercatat sekitar 0,3 meter, sementara di Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, sekitar 0,18 meter," ujar Adolf, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, gelombang tsunami yang terpantau di beberapa wilayah kepulauan tidak menyebabkan kerusakan berarti. Di Kota Bitung dan Melonguane, tinggi gelombang yang tercatat hanya sekitar 30 sentimeter berdasarkan data BMKG.

Sementara itu, Kota Manado dilaporkan belum mengalami dampak signifikan akibat fenomena tersebut. BPBD justru lebih mengkhawatirkan potensi gempa susulan yang hingga kini masih terjadi.

"Kondisi serupa juga terjadi di Tahuna dan Ulu Siau. Yang paling kita khawatirkan justru gempa susulan karena hingga saat ini masih terus terjadi," katanya.

BPBD Sulut terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan perkembangan situasi terkini. Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan, diimbau tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, warga juga diminta menunda sementara perjalanan laut yang tidak mendesak hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Adolf menyebut sejumlah daerah yang berhadapan langsung dengan laut, seperti Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Selatan, Kota Manado, dan Kota Bitung, masih berstatus siaga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

Tiga Warga Mengalami Luka Ringan

Sementara itu, Kepala Basarnas Manado, George Mercy Randang, mengatakan gempa bumi yang terjadi pada Senin pagi mengakibatkan tiga warga mengalami luka ringan.

"Untuk sementara informasi terbaru yang kami terima, terdapat tiga orang mengalami luka ringan dan dampak kerusakan rumah masih kami dalami," ujarnya.

Basarnas juga mencatat dua unit rumah warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami kerusakan ringan akibat gempa tersebut.

Hingga kini, tim Basarnas bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak serta mengarahkan masyarakat untuk tetap berada di lokasi yang aman.

Meskipun BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami, masyarakat yang berada di kawasan pesisir diminta tetap waspada terhadap kemungkinan dampak lanjutan akibat aktivitas gempa susulan. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN