Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Begini Kereta Garuda Kencana yang Akan Digunakan PB XIV di Proses Kirab Jumenengan

Mistar.idSabtu, 15 November 2025 pukul 14.00 WIB
begini_kereta_garuda_kencana_yang_akan_digunakan_pb_xiv_di_proses_kirab_jumenengan

Kereta Garuda Kencana yang akan dinaiki PB XIV usai penobatan nanti juga telah disiapkan di depan Pagelaran Sasana Sumewa. (Foto: Liputan6.com/ Fajar Abrori)

news_banner

Solo, MISTAR.ID

Kereta Garuda Kencana telah dipersiapkan sebagai kendaraan untuk SISKS Paku Buwono (PB) XIV Purbaya dalam prosesi Kirab Jumenengan hari ini,Sabtu (15/11/2025). Sebelum digunakan sang raja baru, kereta pusaka tersebut terlebih dahulu melalui sejumlah ritual.

Abdi Dalem Keraton Solo, Raden Tumenggung Muhammad Imam Maulana Pudjodipuro, menjelaskan bahwa Kereta Garuda Kencana didoakan sebelum dinaiki PB XIV. Doa tersebut dipanjatkan agar seluruh rangkaian prosesi berjalan lancar dan tanpa hambatan.

“Kami memohon doa kepada Allah agar semuanya selamat dari awal hingga akhir,” ujarnya, dikutip dari detikJateng.

Kereta Garuda Kencana merupakan kereta kerajaan yang biasa dipakai dalam Kirab Jumenengan atau Kirab Agung. Terakhir kali kereta ini digunakan oleh almarhum PB XIII pada prosesi Garebeg Mulud.

“Kereta ini dikeluarkan khusus untuk Sinuhun. Terakhir dipakai PB XIII saat Garebeg Mulud,” kata Imam.

Dalam prosesi kali ini, Kereta Garuda Kencana akan dinaiki PB XIV Purbaya dan ditarik oleh enam ekor kuda. Sebelum dipergunakan, kereta pun dibersihkan menggunakan air khusus dan kembang tujuh rupa.

“Ditarik enam kuda. Sebelumnya kereta dicuci dengan air khusus dan kembang tujuh rupa, dan juga dibersihkan kembali sebelum dibawa ke Pagelaran,” tambahnya.

Sementara itu, prosesi Jumenengan Dalem Nata Binayangkare PB XIV akan diteruskan dengan Kirab Agung. Ketua Panitia Jumenengan, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menjelaskan bahwa kirab akan dimulai dari Ndalem Pagelaran dan diikuti para abdi dalem hingga sentono dalem.

“Kirab Ageng berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB, setelah prosesi Jumenengan di dalam keraton selesai, termasuk sumpah dan pembacaan sabda raja di Siti Hinggil,” ujarnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN