Saturday, October 24, 2026
home_banner_first
NASIONAL

821.840 Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Jakarta Barat Terbanyak

Mistar.idSabtu, 24 Oktober 2026 pukul 21.27 WIB
821840_rumah_di_jakarta_tak_layak_huni_jakarta_barat_terbanyak_

Ilustrasi. (foto: Liputan6/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 821.840 rumah di DKI Jakarta masuk kategori tidak layak huni pada 2026. Dari seluruh wilayah ibu kota, Jakarta Barat menjadi daerah dengan jumlah rumah tidak layak huni terbanyak, yakni sekitar 258.000 unit.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau program bedah rumah milik seorang lansia di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Maruarar atau yang akrab disapa Ara meminta Amalia menjelaskan jumlah rumah tidak layak huni di Jakarta berdasarkan data BPS.

Amalia kemudian menyebutkan bahwa jumlah rumah yang masuk kategori tersebut mencapai 821.840 unit pada 2026. Sementara itu, Jakarta Barat menyumbang angka tertinggi dengan sekitar 258.000 unit.

Salah satu rumah yang menjadi sasaran program bedah rumah dalam kunjungan tersebut adalah milik Ester Yacoba Sumakul (64). Proses pembongkaran rumah itu dijadwalkan mulai 10 November dan ditargetkan selesai pada 24 Desember 2026.

Saat meninjau rumah Ester, Ara bersama rombongan memeriksa sejumlah bagian bangunan, mulai dari atap, lantai hingga toilet. Kondisi rumah tersebut dinilai memprihatinkan.

Dindingnya terbuat dari papan tripleks yang sudah rapuh dan terancam roboh. Lantainya juga mengalami keretakan. Di dalam rumah, tidak terlihat televisi maupun kasur. Sementara itu, lemari pakaian yang ada di ruangan tersebut tampak sudah dalam kondisi rusak.

Dalam kunjungan itu, Ara didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi, Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadhlillah, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Jakarta Barat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN