Zeira Salim: Lagu Viral "Siti Mawarni" Bentuk Kegelisahan Warga akan Bahaya Narkoba

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara, Zeira Salim Ritonga. (foto: ari/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Maraknya peredaran narkoba di Sumatera Utara (Sumut) khususnya Labuhanbatu kembali menjadi perhatian serius. Isu tersebut bahkan menggema melalui karya seni lagu viral berjudul “Siti Mawarni” yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara, Zeira Salim Ritonga, menilai lagu tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan representasi keresahan masyarakat terhadap kondisi yang semakin mengkhawatirkan.
“Lagu ini adalah bentuk kegelisahan dan kekhawatiran publik. Artinya, masalah narkoba itu nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini tidak bisa dianggap enteng,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, hingga saat ini penanganan narkoba di Sumut belum menunjukkan hasil signifikan. Ia menilai peredaran barang haram tersebut masih terus berlangsung, bahkan di sejumlah wilayah terkesan tidak terkendali.
Ia menegaskan persoalan narkoba merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak seperti Badan Narkotika Nasional, TNI, Polri merupakan krusial, selain peran pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam memberantas narkoba.
“Kalau semua berjalan sendiri-sendiri, masalah ini tidak akan pernah selesai. Harus ada sinergi nyata,” katanya.
Sekretaris PKB Sumut tersebut juga menyoroti pentingnya pengawasan di wilayah perbatasan, khususnya jalur strategis seperti Selat Malaka yang kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk narkoba.
“Koordinasi dengan aparat keamanan harus diperkuat, terutama patroli di wilayah perbatasan. Ini jalur rawan yang sering dieksploitasi,” ucapnya.
Di tingkat masyarakat, ia menilai upaya pencegahan masih lemah. Program keamanan lingkungan seperti poskamling yang dulu aktif kini mulai ditinggalkan, padahal memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran narkoba.
“Poskamling harus dihidupkan kembali. Jangan hanya mengandalkan aparat. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungannya,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan jangka panjang dengan menyasar generasi muda. Ia mendorong pemerintah untuk memperluas akses pelatihan kerja dan membuka lapangan pekerjaan guna mencegah anak muda terjerumus dalam lingkaran narkoba.
“Anak muda perlu diberi ruang dan kesempatan. Tanpa kegiatan positif, mereka sangat rentan,” katanya.
Tak hanya itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Sumut tersebut turut melontarkan kritik tajam terhadap penegakan hukum yang dinilai masih lemah. Ia mendesak aparat bertindak tegas tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pihak-pihak yang diduga melindungi jaringan narkoba.
“Ambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat atau melindungi. Jika tidak, kepercayaan publik akan hilang,” tuturnya.
Zeira mendesak langkah konkret dan terukur dari seluruh pihak terkait agar peredaran narkoba tidak semakin meluas dan merusak masa depan generasi bangsa.
BERITA TERPOPULER






















