Saturday, July 25, 2026
home_banner_first
MEDAN

Warga Minta Lurah Mesjid Dicopot, Fauzi Janji Sampaikan ke Wali Kota Medan

Mistar.idSabtu, 25 Juli 2026 pukul 16.46 WIB
warga_minta_lurah_mesjid_dicopot_fauzi_janji_sampaikan_ke_wali_kota_medan

Fotoi bersama Anggota DPRD Kota Medan, Fauzi bersama para warga, saat menggelar Reses di Jalan Mahkamah, Kecamatan Medan Kota. (foto:rahmad/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (25/7/2026) – Pencopotan Lurah Mesjid menjadi tuntutan utama yang disampaikan warga dalam Reses VI Masa Sidang 3 Tahun Sidang 2025-2026 TA 2026 anggota DPRD Kota Medan, Fauzi, yang digelar di Jalan Mahkamah, Kecamatan Medan Kota.

Dengan kompak, warga menyebut Lurah Mesjid dinilai sombong, angkuh, dan tidak peduli terhadap kondisi warganya.

“Di sana ada warga miskin yang sedang sakit, Pak. Sudah kami beritahu kepada lurah, tetapi tidak ada respons. Sehingga kami terpaksa membawa korban dengan alat seadanya ke rumah sakit. Untuk itu kami meminta Lurah Mesjid dicopot, Pak. Kami tidak mau lurah yang sombong,” tegas Ningsih, tokoh masyarakat setempat.

Mendengar keluhan tersebut, Fauzi mengaku akan segera melaporkannya kepada Wali Kota Medan.

“Di sini ada yang kenal dengan Lurah Mesjid? Kalau tidak ada, berarti beliau memang sombong. Nanti akan saya laporkan kepada Wali Kota untuk segera diganti. Tugas lurah itu harusnya melayani masyarakat, bukan tidak peduli, apalagi sombong dengan warganya. Tidak benar itu,” ketusnya.

Fauzi menegaskan, seluruh perangkat kewilayahan seharusnya menjadi penyambung tangan pemerintah hingga tingkat bawah.

“Apa yang terjadi di bawah tentu kepling, lurah, dan camat yang tahu. Tapi kalau mulai dari tingkatan paling bawah masyarakat sudah tidak dipedulikan, bagaimana permasalahan yang ada diselesaikan. Saya imbau Bapak Ibu semua untuk menyampaikan keluhan dan keresahannya di sini. Akan saya kawal dan sampaikan nanti di rapat paripurna untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Salah seorang warga, Irjan, memohon agar Masjid Taqwa di lingkungan mereka mendapat bantuan, baik berupa pengecatan maupun pemeliharaan.

“Sudah dua tahun kami ajukan ke Pemko Medan, tapi belum terealisasi juga, Pak. Mohon bantuannya agar masjid kami bisa mendapat bantuan. Kebetulan saya Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM),” pintanya.

Menjawab hal itu, Fauzi berjanji akan segera mengeceknya ke Pemko Medan untuk mengetahui penyebab proses tersebut berjalan lambat.

“Tadi setelah saya tanya Ibu Sekretaris Camat (Sekcam) Medan Kota, ternyata Masjid Taqwa diagendakan masuk dalam Safari Ramadan. Jadi mohon bersabar ya, Pak. Meski begitu, nanti akan saya kawal lagi,” janjinya.

Warga lainnya, Benny, juga meminta agar lingkungan tersebut dilakukan fogging lantaran sudah ada warga yang terkena demam berdarah dengue (DBD).

“Korbannya sudah ada, Pak, tapi belum ada fogging di lingkungan kami. Mohon perhatiannya, Pak,” keluhnya.

Menjawab hal itu, Fauzi menjelaskan bahwa fogging dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan harus dilengkapi bukti adanya warga yang terkena DBD.

“Kalau fogging ini memang bukan untuk pencegahan, tetapi penanganan lanjutan ketika ada warga yang sudah terkena DBD. Jadi begitu mekanismenya untuk fogging, Pak. Tapi kalau secara pribadi, nanti saya komunikasikan dengan tim agar kita cek. Kalau memang perlu, kita lakukan fogging secara pribadi,” katanya.

Usai mendengar seluruh keluhan warga, Fauzi berjanji seluruh aspirasi yang diserapnya akan dimasukkan dalam laporan reses untuk segera ditindaklanjuti.

“Nanti di rapat paripurna semua kelurahan Bapak Ibu akan dibacakan untuk disampaikan kepada Pemko Medan. Semoga semua nanti bisa berjalan cepat sehingga apa yang menjadi keluhan selama ini teratasi dan terealisasi,” pungkas Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu Sekcam Medan Kota, Kasi Trantib Medan Kota, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Di hari yang sama, Fauzi juga menggelar Reses di Jalan Gedung Arca, Kecamatan Medan Area, Sabtu (25/7/2026) sore. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN