Viral Dugaan Dipersulitnya Bantuan Relawan dari Malang untuk Aceh di Sumut, Begini Kata BPBD

Tangkapan layar video viral dugaan bantuan dari Relawan Malang dan Gimbal Alas Indonesia untuk Provinsi Aceh dikabarkan dipersulit saat masuk di Sumut. (Foto: @medanundercover.co/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sebuah video yang bernarasikan bantuan dari Relawan Malang dan Gimbal Alas Indonesia untuk Provinsi Aceh dikabarkan dipersulit saat masuk di Sumatera Utara (Sumut).
Salah satu video viral diunggah @medanundercover.co yang memperlihatkan sejumlah bantuan sebanyak dua unit kontainer dipindahkan ke dalam truk saat berada di Sumut. Diketahui, bantuan tersebut mendarat terlebih dahulu di Pelabuhan Belawan dari Pulau Jawa.
Salah seorang relawan dalam video tersebut pun menjelaskan jika bantuan yang dikirim pihaknya dipersulit karena adanya uang pemindahan dari Pelabuhan Belawan ke Gudang yang ada di Sumut sebesar Rp2,4 juta.
"Ketika kami mau ambil barang itu (untuk dibawa ke Aceh), ada kendala biaya pemindahan barang dari Pelabuhan ke Kota Medan (Gudang Bantuan Sumut)," ujarnya dalam video tersebut.
Terkait hal itu, Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih tidak membenarkan dugaan mempersulit bantuan dari relawan Malang tersebut. Ia pun mengatakan pihak Pemprov Sumut sudah berkomunikasi langsung dengan Gimbal Alas.
"Jadi Pemprov Sumut tidak menahan bantuan manapun termasuk bantuan dari rekan Gimbal Alas yang dari Malang, kita sekarang lagi merapatkan hal ini dengan pihak relawan dan pihak Pelni Medan," ujarnya, Senin (29/12/2025).
Tuahta menyebut Pemprov Sumut sebelumnya ternyata sudah menerima informasi bahwa Pemprov Jatim bakal mengirim 10 kontainer ke Sumut. Namun yang sampai di Medan ada 12 kontainer.
"Ternyata yang 2 (kontainer) lagi itu bantuan dari Relawan Gimbal Alas yang akan disalurkan ke Aceh Tamiang," tuturnya.
Ia mengatakan Pemprov Sumut dan Pemprov Jatim tidak mengetahui mengapa dua kontainer tersebut bisa sampai secara bersamaan sehingga masuk ke Gudang Sumut.
Tuahta pun mengatakan Pemprov Sumut membayarkan administrasinya tersebut ke PT Pelni Medan.
"PT Pelni punya pandangan sendiri, tapi sudah kita bayarkan juga administrasinya," ucapnya.
















