Sunday, June 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

Seorang Jemaah Kloter 3 Asal Medan Tunda Berangkat Haji Akibat Stroke

Mistar.idJumat, 24 April 2026 16.42
journalist-avatar-top
AA
seorang_jemaah_kloter_3_asal_medan_tunda_berangkat_haji_akibat_stroke

Kabid Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Embarkasi Medan, Murnisyah Nasution. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kondisi kesehatan jemaah yang mulai memasuki Asrama Haji Medan. Hingga saat ini, tercatat satu jemaah asal Medan terpaksa menunda keberangkatan karena alasan kesehatan yang cukup serius.

Kabid Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Embarkasi Medan, Murnisyah Nasution, mengatakan jemaah yang tertunda tersebut berasal dari Kloter 3.

"Ada satu jemaah Kloter 3 dari Medan yang tunda keberangkatan karena sakit. Namun, jemaah tersebut memang belum sempat masuk ke asrama haji. Kita doakan saja, jika nanti dokter menyatakan sudah memungkinkan, insyaallah berangkat, tapi kalau tidak memungkinkan ya ditunda," ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan data manifest, jemaah tersebut diketahui bernama Supartini, 69 tahun, dengan nomor manifest 104 asal Medan yang mengalami serangan stroke sebelum jadwal keberangkatan ke asrama.

Jumat ini rombongan jemaah haji dari berbagai daerah mulai tiba di Asrama Haji Medan untuk proses observasi dan pemeriksaan kesehatan akhir. Karena bertepatan dengan hari Jumat, beberapa daerah mendorong keberangkatan jemaahnya lebih cepat.

Jemaah yang tiba hari ini terdiri dari gabungan beberapa kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Batu Bara 76 pria dan 111 wanita, Kota Tebing Tinggi pria 36 dan wanita, Kabupaten Dairi pria 7 wanita 10, Kabupaten Karo pria 5 wanita 8.

Selanjutnya Kabupaten Langkat pria 20 wanita 25, Kabupaten Serdang Bedagai pria 1 wanita 3 total, Kota Gunungsitoli pria 1 wanita 3 total 4, Kota Medan pria 1, dan Kota Binjai wanita 1.

Total jemaah dalam satu kloter tersebut berjumlah 360 orang. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tim medis sebelum dinyatakan layak terbang menuju tanah suci pada esok hari.

Murnisyah menjelaskan faktor kelelahan menjadi temuan yang paling sering ditemui saat jemaah tiba di gedung penerimaan, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh dari pelosok Sumatera Utara.

"Banyak jemaah dari daerah jauh yang merasa kelelahan, itu wajar. Ada yang tensinya naik karena capek. Kami lakukan observasi dulu di gedung penerimaan. Dokter akan memeriksa, jika setelah istirahat sebentar dan diberi obat kondisinya membaik, maka tetap bisa diberangkatkan," ucapnya.

PPIH Embarkasi Medan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh jemaah yang masuk asrama dapat berangkat dalam kondisi fisik yang bugar.

"Sama-sama kita doakan supaya jemaah kita tahun ini berangkat semua dengan sehat walafiat, dapat mengerjakan ibadah dengan sempurna, dan kembali ke tanah air nanti juga dalam keadaan sehat berkumpul bersama keluarga," ujar Murnisyah.

Saat ini, tim medis di Asrama Haji Medan masih terus melakukan pemantauan intensif di gedung penerimaan guna memastikan tidak ada jemaah dengan kondisi fisik berisiko yang terlewat dari pengawasan sebelum memasuki tahap keberangkatan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN