Friday, June 19, 2026
home_banner_first
MEDAN

PW KAMMI Sumut Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas di Tengah Gelombang Aksi Nasional

Mistar.idJumat, 19 Juni 2026 16.24
journalist-avatar-top
AS
pw_kammi_sumut_ajak_masyarakat_jaga_kondusivitas_di_tengah_gelombang_aksi_nasional

Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pimpinan Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Sumatera Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya gelombang aksi nasional yang terjadi sepanjang Juni 2026.

Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, mengatakan menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa merupakan hak warga negara yang dijamin dalam sistem demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

“Demokrasi harus tetap hidup. Mahasiswa dan masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik, gagasan, maupun aspirasi terhadap berbagai persoalan bangsa. Namun, penyampaian itu harus dilakukan secara damai, tertib, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” ujar Irham, Jumat (19/6/2026).

Menurut Irham, tingginya antusiasme masyarakat dalam menyuarakan aspirasi dapat menjadi energi positif bagi perubahan apabila dibarengi dengan pemikiran yang objektif serta solusi yang konstruktif.

“Kritik adalah bentuk kepedulian terhadap bangsa. Aspirasi yang disampaikan dengan cara yang baik akan menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan, bukan justru menimbulkan perpecahan,” tuturnya.

Di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang, Irham juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah terpancing oleh isu maupun kabar yang belum jelas kebenarannya.

Ia menegaskan, perbedaan pendapat dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang lumrah. Karena itu, seluruh pihak diminta tetap mengedepankan persatuan serta menjaga situasi yang aman dan kondusif, khususnya di Sumatera Utara.

“Berbeda pandangan itu biasa dalam demokrasi. Yang paling penting adalah bagaimana kita tetap menjaga persatuan, keamanan lingkungan, dan ketertiban bersama demi Sumatera Utara yang tetap kondusif,” katanya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN