Kementerian Haji RI Ingatkan Jemaah Calon Haji Asal Sumut Fokus Manajemen Fisik

Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Zainal Abidin. (foto: amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mencatatkan sejarah baru dengan hadirnya Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai pelaksana tunggal.
Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenhaj RI, Zainal Abidin, menegaskan pembentukan kementerian ini merupakan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan paling optimal bagi umat Muslim Indonesia.
"Indonesia kini sejajar dengan Arab Saudi sebagai dua negara di dunia yang memiliki kementerian khusus haji dan umrah. Ini kado istimewa bagi rakyat Indonesia, di mana pelayanan kini jauh lebih fokus dan terspesialisasi," ujar Zainal saat menyambut jemaah haji di Asrama Haji Medan, Jumat (24/4/2026).
Dalam pengarahannya, Zainal memaparkan tiga pilar utama yang menjadi target kementerian tahun ini. Pertama memastikan jemaah menjalankan ibadah sesuai syariat agar meraih haji mabrur.
Kemudian, membentuk karakter jemaah agar setelah pulang ke tanah air mampu menginspirasi peradaban nasional, layaknya tokoh bangsa seperti HOS Tjokroaminoto hingga Bung Hatta yang menggelorakan perjuangan usai berhaji. Selanjutnya, meningkatkan pendapatan negara melalui pengelolaan ekonomi haji yang terintegrasi sesuai amanah Presiden.
Zainal memberikan wanti-wanti khusus kepada para jemaah, terutama yang telah berusia lanjut, untuk melakukan manajemen pergerakan. Ia mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri melakukan kegiatan tambahan yang tidak utama sebelum puncak haji.
"Haji berbeda dengan zakat atau puasa. Ini adalah ibadah fisik yang sangat tinggi. Jangan sampai terlalu capek di awal sehingga saat puncak haji (Arafah, Muzdalifah, Mina) kondisi fisik justru drop. Harus bisa memanajemen diri agar tetap bugar saat wukuf di tengah terik matahari," ucapnya.
Rombongan ini dipimpin para Ketua Rombongan (Karom) kawakan seperti Sahat Ahmad Mutar Indar, Sahrul Sadiman, hingga Abdul Somad, serta didampingi tim kesehatan (TKH) dan Petugas Haji Daerah (PHD).
Kementerian Haji meminta seluruh jemaah untuk menjaga ukhuwah dan semangat tolong-menolong.
"Yang muda membantu yang tua, yang tua mengayomi yang muda. Jika ada kendala, segera koordinasi dengan petugas kami. Kami berkomitmen melayani seoptimal mungkin agar semua pulang dalam keadaan sehat walafiat," ujar Zainal.
PREVIOUS ARTICLE
Kemenag Sumut Komitmen Jadi Motor Penggerak Peradaban Umat



















