Kemenag Sumut Komitmen Jadi Motor Penggerak Peradaban Umat

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk bertransformasi tidak sekadar sebagai lembaga administratif, melainkan menjadi motor penggerak peradaban umat.
Hal ini disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha, Syafrizal Bancin, saat menghadiri kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.
Syafrizal menekankan Kemenag Sumut tengah bergerak melakukan perubahan yang berorientasi pada masa depan. Ia menyatakan pihaknya tidak ingin hanya menjalankan fungsi administratif semata, tetapi bertekad menjadi pelayan umat yang bekerja dengan integritas.
“Kami ingin menjadikan Kementerian Agama Sumatera Utara sebagai arsitek peradaban serta pelayan yang berintegritas tanpa kompromi untuk masa depan umat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah langkah konkret telah dilakukan, di antaranya percepatan digitalisasi, penguatan infrastruktur integritas, pembangunan ekosistem kesehatan, serta pembentukan karakter.
“Kita juga melibatkan berbagai instansi mitra sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor,” tuturnya.
Menurutnya, sinergi tersebut telah mendorong terbentuknya birokrasi yang lebih responsif dan solid. Ia menambahkan, kehadiran negara di tengah masyarakat terus diperkuat melalui kerja sama dengan seluruh unsur Forkopimda.
Lebih lanjut, Syafrizal mengungkapkan bahwa pihaknya masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam mengelola pendidikan keagamaan di Sumatera Utara yang jumlahnya sangat banyak dan beragam. Ia menyebut menjaga kualitas dan integritas di tengah besarnya volume lembaga menjadi fokus utama.
Ia pun berharap dukungan dari Komisi VIII DPR RI untuk membantu menyukseskan program-program yang sedang dijalankan, khususnya dalam meningkatkan mutu pelayanan serta pendidikan agama dan keagamaan.
“Kami menemukan hambatan utama, yaitu dalam pelayanan dan pendidikan agama. Tantangan kami adalah mengelola jumlah lembaga yang sangat besar sambil memastikan standar kualitas dan integritas tetap terjaga,” ucapnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Pos Kamling Medan Diharapkan Aktif di Seluruh Lingkungan


















