Saturday, September 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Kemenag Sumut Kerahkan Ribuan ASN dan Penyuluh Agama Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Mistar.idSabtu, 5 September 2026 pukul 11.56 WIB
kemenag_sumut_kerahkan_ribuan_asn_dan_penyuluh_agama_sosialisasikan_bahaya_narkoba

Penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenag Sumut dan BNN Sumut. (Foto: Humas Kemenag Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (5/9/2026) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Utara akan mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, hingga penyuluh agama yang bertugas sampai ke tingkat akar rumput untuk menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi, saat melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pemberantasan narkoba.

Ahmad Qosbi menyatakan kesiapan lembaganya untuk mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki guna mendukung program pencegahan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, penanganan masalah narkoba tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kami siap mendukung program BNN sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Agama Sumatera Utara. Semua ASN akan kita libatkan untuk menyampaikan bahaya narkoba. Dengan begitu, semoga upaya kita dalam memberantas narkoba bisa terlaksana,” katanya, Sabtu (5/9/2026).

Selain itu, Qosbi mengusulkan pembentukan program Desa Antinarkoba. Konsep tersebut akan mengadaptasi keberhasilan program Kemenag yang telah berjalan, seperti Desa Moderasi Beragama dan Kampung Zakat, dengan menempatkan penyuluh agama sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Penyuluh agama bisa menjadi pelita untuk menyampaikan kebaikan bagi umat. Tak hanya itu, komponen desa juga bisa turut kita libatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk mengatasi masalah narkoba di masyarakat, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa.

Keterbatasan sumber daya BNN, sebutnya, membuat sinergi dengan berbagai elemen, khususnya tokoh agama dan lembaga pendidikan, menjadi kunci dalam penanganan masalah narkoba yang menyasar semua kalangan.

“Penanganan masalah narkoba perlu melibatkan banyak pihak, mulai dari hukum, pendidikan, keluarga sampai tokoh-tokoh agama. Kami mengapresiasi peran Kemenag Sumut dalam pembentukan moral dan karakter masyarakat,” ucap Tatar.

Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap nilai-nilai pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat terintegrasi secara efektif ke dalam sistem pendidikan, pembinaan karakter, serta kegiatan keagamaan di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Tak hanya itu, ia juga berharap program-program yang memberikan dampak nyata di lapangan dapat terus dilakukan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN