Tuesday, September 29, 2026
home_banner_first
MEDAN

Kasus Malaria dan DBD Meningkat, Dinkes Sumut: Tidak Cukup Fogging Sertai PSN 3M Plus

Mistar.idSelasa, 29 September 2026 pukul 17.46 WIB
kasus_malaria_dan_dbd_meningkat_dinkes_sumut_tidak_cukup_fogging_sertai_psn_3m_plus_

Dinas Kesehatan Sumut imbau masyarakat atasi malaria dan DBD dengan 3M Plus (foto:Dinkes Sumut/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (29/9/2026) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) menilai penanganan Dengue atau Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sedang terjadi di beberapa wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) tidak cukup dengan fogging.

Hal itu dikatakan Kepala Dinkes Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), dr Nora Violita Nasution jika pentingnya dilakukan pemberantasan sarang nyamuk.

"Dalam memutuskan siklus berkembang biak nyamuk, upaya 3M Plus dinilai lebih efektif dalam memberantas sarang nyamuk di lingkungan rumah," ujarnya kepada Mistar, Selasa (29/9/2026).

Adapun 3M Plus yaitu menguras bak mandi, ember, kemudian menutup rapat wadah penampung air, selanjutnya mendaur ulang barang bekas ataupun membuangnya agar tidak jadi penampungan air.

Tak hanya itu, Plus yang dimaksud pun merupakan langkah tambahan yang dapat dilakukan masyarakat berupa memakai kelambu, obat antinyamuk, gunakan pakaian tertutup.

Langkah lainnya berupa memelihara ikan pemakan jentik nyamuk hingga menanam tanaman pengusir nyamuk dan menjaga kebersihan area lainnya yang berada di sekitar rumah.

"Dalam memutuskan rantai penularan malaria melalui nyamuk, paling penting adalah peran aktif dari masyarakat guna memastikan kebersihan rumah dan lakukan upaya perlindungan diri," ucapnya.

Lebih lanjut, Nora mengatakan, fogging atau pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa, maka hal itu tidak menyelesaikan masalah utama yaitu jentik nyamuk yang dibiarkan berkembang biak.

Survei yang dilakukan Dinkes Sumut ke beberapa wilayah dengan kasus Malaria ataupun DBD yang tinggi, turut menemukan jentik nyamuk sehingga masih jadi personal yang harus ditangani masyarakat bersama. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN