1.300 Kasus Malaria Ditemukan di Labura, Tanjung Leidong Tertinggi

Nyamuk Anopheles betina pembawa parasit Plasmodium yang menyebabkan penyaki malaria. (foto: Pixnio.com via Tempo)
Medan, MISTAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) mencatat sekitar 1.300 temuan kasus malaria di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Jumlah tersebut menjadikan Labuhanbatu Utara sebagai penyumbang sekitar sepertiga kasus malaria di wilayah Sumut dan menjadi yang terbesar.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sumut, dr Nora Violita Nasution, mengatakan Kelurahan Tanjung Leidong menjadi wilayah dengan temuan kasus malaria terbanyak di Labuhanbatu Utara.
"Temuan kasus Malaria di Kelurahan Tanjung Leidong mencapai 900 jiwa dan menjadi wilayah yang paling banyak ditemukannya kasus penyakit Malaria," ujar Nora saat ditemui wartawan di Dinkes Sumut, Jumat (25/9/2026).
Selain Tanjung Leidong, Nora mengatakan Kelurahan Kampung Masjid menjadi daerah kedua dengan penyumbang kasus malaria di Labuhanbatu Utara.
"Data keseluruhan bahwa data kasus Malaria di masyarakat Labuhanbatu Utara sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 1.300-an kasus yang berhasil ditemukan," ucapnya.
Selain malaria, Labuhanbatu Utara juga mengalami peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinkes Sumut mencatat terdapat 128 kasus DBD dengan satu korban meninggal dunia.
Kondisi itu telah membuat Pemkab Labura mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan status tanggap darurat bencana nonalam Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD dan Malaria pada 31 Juli 2026 lalu. (*)










































