Friday, September 25, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

KLB DBD di Labura, Dinkes Sumut Catat 128 Kasus dan Satu Kematian

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 17.13 WIB
klb_dbd_di_labura_dinkes_sumut_catat_128_kasus_dan_satu_kematian

Ilustrasi: Aedes aegypti, nyamuk pembawa virus DBD. (foto: Alodokter)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) mencatat 128 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari kasus tersebut, satu pasien meninggal dunia.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dr Nora Violita Nasution, mengatakan kasus tersebut menjadi perhatian setelah terjadi peningkatan kasus DBD di Labura.

"Dalam waktu delapan bulan yaitu Januari sampai dengan Agustus, kami mencatat sebanyak 128 kasus DBD di Labuhanbatu Utara," ujar Nora kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

Sebelumnya, Bupati Labuhanbatu Utara Hendri Yanto Sitorus telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan status tanggap darurat bencana nonalam KLB DBD dan malaria pada 31 Juli 2026.

Menurut Nora, peningkatan kasus DBD di Labura mulai terlihat sejak Mei 2026. Jumlah kasus bahkan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya dan kemudian terdapat korban meninggal dunia.

"Kematian pelajar berusia 14 tahun akibat DBD tentu jadi perhatian juga. Kemudian peningkatan kasus DBD terjadi dua kali lebih besar dari bulan sebelumnya hingga adanya korban jiwa," katanya.

Nora menjelaskan, pelajar perempuan berusia 14 tahun tersebut sebelumnya telah mendapatkan perawatan dan kondisinya sempat membaik. Namun, pasien kembali mengalami demam saat memasuki fase kritis dengue.

"Namun pasien kembali mengalami demam saat memasuki fase kritis. Saat itu korban mengalami kebocoran plasma dan pendarahan, kondisinya pun memburuk dan meninggal setelah dirujuk ke Medan," tuturnya.

Dinkes Sumut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien DBD, terutama ketika memasuki fase kritis. Kondisi pasien yang sempat membaik, menurutnya, belum selalu berarti telah melewati masa berisiko. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN