Monday, July 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

Hari Pertama Ramadan, MBG di SMAN 2 Medan Dibagikan Saat Pulang Sekolah untuk Buka Puasa

Mistar.idSenin, 23 Februari 2026 pukul 18.56 WIB
hari_pertama_ramadan_mbg_di_sman_2_medan_dibagikan_saat_pulang_sekolah_untuk_buka_puasa

Pembagian MBG di SMAN 2 Medan (foto:Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Medan telah memasuki hari pertama pelaksanaan selama bulan Ramadan. Di SMA Negeri 2 Medan, pembagian MBG dilakukan saat jam pulang sekolah agar makanan dapat dibawa ke rumah dan dimanfaatkan saat berbuka puasa.

Ketua Tim MBG SMAN 2 Medan, Edi Irwan, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru, dan petugas.

“Karena pulang jam dua, kita bagikan ke seluruh siswa sebelum pulang. Harapannya mereka bisa membawa pulang ke rumah sehingga tidak menimbulkan kecemburuan ketika ada yang makan dan ada yang tidak,” ujarnya saat ditemui Mistar di sekolah, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, skema ini akan diterapkan selama Ramadan. “Selama bulan Ramadan kita pastikan tetap seperti ini, dibagikan saat pulang. Karena memang lebih cocok dibawa pulang,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu MBG tetap bisa diberikan lebih awal. “Kalau ada yang mendesak, seperti lapar dan tidak berpuasa, kita berikan,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan Mistar di lokasi, menu MBG yang dibagikan hari ini yakni bubur kacang hijau, roti, jeruk, dan puding.

Terkait menu, Edi Irwan menyebut pihak sekolah tidak terlibat langsung dalam penentuan. Namun, ia menilai menu kering lebih aman selama Ramadan. Menurutnya, makanan seperti bubur memang bisa bertahan setengah hari, tetapi jika ada opsi lain tentu akan lebih baik.

“Kalau bisa menu kering saja, seperti biskuit atau roti, jadi bisa dibawa pulang untuk berbuka atau sahur. Kalau bubur ini kan rentan,” katanya.

Ia juga berharap agar ke depan menu dapat ditambah, terutama susu. “Kalau bisa ditambah susunya. Anak-anak suka susu cokelat,” ujarnya.

Untuk distribusi, MBG dikirim setiap hari karena siswa tetap masuk sekolah. Saat ini penerima MBG masih terbatas pada siswa. “Hari ini yang hadir sebanyak 1.278 siswa. Untuk guru belum ada,” kata Edi.

Sementara itu, data guru dan tenaga pendidik yang jumlahnya hampir 120 orang juga sudah disampaikan ke dapur, namun realisasi belum dilakukan karena keterbatasan kapasitas. “Satu dapur maksimal 4.000 porsi. Mungkin sudah kelebihan,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pembagian untuk guru dapat segera terealisasi. “Harapan kita semua kebagian. Kalau bisa, disegerakan untuk gurunya,” ucapnya.

Dari sisi siswa, Fauzan menilai menu hari pertama cukup memuaskan. “Menurut saya menu hari ini sangat fantastis karena ada bubur kacang dan puding, lengkap untuk berbuka puasa,” katanya.

Siswa kelas XI itu mengaku tidak mempermasalahkan tidak adanya susu dalam menu MBG hari ini. “Tidak apa-apa, vitaminnya sudah ada di kacang,” ujarnya sembari tertawa kecil.

Meski demikian, Fauzan dan teman-temannya berharap ada tambahan menu lain dalam MBG ke depannya. “Kalau boleh nanti ada gorengan, mungkin juga es yang dipisah,” tuturnya.

Siswa lainnya, Ibni, mengaku menu MBG kering merupakan pilihan terbaik selama Ramadan karena tidak cepat basi dan bisa dinikmati saat berbuka. “Kalau menu basah seperti kue basah, nasi padang, ayam penyet, cepat basi. Kalau menu kering seperti lumpia, risol, atau goreng-gorengan bisa,” kata Ibni.

Harapan terhadap keberlangsungan MBG juga disampaikan siswa lainnya, M. Dzaki, agar program tersebut tetap konsisten, terutama selama Ramadan. “Semoga konsisten, tidak boleh ada yang bolong MBG-nya,” tuturnya.

Selain itu, ketiganya juga berharap para guru dan tenaga kependidikan segera mendapatkan MBG seperti siswa. “Lebih bagus kalau guru juga dapat, jadi merata. Guru juga perlu. Kalau bisa, pembagian ke guru juga disegerakan,” kata Fauzan menambahkan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN