Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Pernah Buka Pendaftaran, Cari Siswa Melalui DTSEN

Menteri Sosial Saifullah Yusuf. (foto: iqbal/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat tidak diperbolehkan untuk membuka pendaftaran bagi para calon siswa. Pencarian siswa dilakukan dengan cara 'jemput bola' berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Tapi yang dilakukan adalah penjangkauan," ujarnya kepada wartawan usai kunjungan di Kota Medan, Senin (15/6/2026) siang.
Saifullah mengatakan, para calon siswa akan ditindaklanjuti melalui DTSEN dan terdata sebagai desil 1-2 dan akan melalui proses hingga penetapan sebagai siswa Sekolah Rakyat.
"Siapa yang ada di DTSEN lalu didatangi oleh pendamping, Dinas Sosial setempat, Dikdasmen bersama BPS, lalu dialog dengan orang tuanya, kalau orang tuanya setuju nanti akan ditindaklanjuti untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat," katanya.
Baca Juga: Gus Ipul: Sekolah Rakyat Tampung 32 Ribu Siswa Tahun Ajaran 2026/2027, Naik Dua Kali Lipat
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menegaskan Sekolah Rakyat yang melakukan pendaftaran adalah suatu pelanggaran.
"Jadi tidak ada namanya pendaftaran, kalau ada yang buka pendaftaran itu artinya melanggar ketentuan. Yang ada adalah penjangkauan, didatangi ke rumahnya melalui dialog," katanya.
Gus Ipul melarang keras Sekolah Rakyat untuk melakukan menjangkau siswa tanpa pendataan yang jelas, memanipulasi data, menerima imbalan dan juga menerima titipan.
























