Fenomena Hujan Konvektif Picu Cuaca Siang Panas dan Malam Hari Hujan di Medan

Ilustrasi cuaca tak menentu. (Foto: Pixabay/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap pemicu cuaca panas saat siang hari dan hujan pada malam hari di wilayah Kota Medan dan sekitarnya beberapa hari terakhir.
Prakirawan Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Budi Prasetyo, mengatakan kondisi cuaca tidak menentu tersebut disebut hujan konvektif.
"Siang hari panas dan hujan di sore atau malam hari merupakan fenomena secara meteorologi disebut hujan konvektif. Hujan ini biasanya bersifat lokal, intensitasnya tinggi atau lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Durasinya relatif singkat dibandingkan dengan hujan yang disebabkan oleh sistem cuaca skala besar (seperti monsun)," ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Budi mengatakan pada siang hari intensitas radiasi matahari sangat kuat, tutupan awan tak terlalu banyak, sehingga panas yang sampai di permukaan cukup banyak dan menyebabkan suhu meningkat.
"Uap air yang terbentuk akibat panas matahari akan naik ke atmosfer. Karena suhu udara di lapisan atas atmosfer lebih dingin, uap air tersebut mengalami kondensasi (mengembun) dan membentuk awan-awan konvektif yang besar dan tinggi atau yang sering kita kenal sebagai awan Cumulonimbus sebagai penyebab hujan lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang bersifat lokal akibat kondisi atmosfer cukup labil," katanya.
BMKG memprakirakan cuaca panas pada siang hari dan hujan di malam hari masih akan terjadi di wilayah Kota Medan dan sekitarnya hingga beberapa hari ke depan. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat senantiasa waspada dengan kondisi cuaca tersebut dan tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup yang sehat.
"Diprediksi dalam 1 hingga 2 hari ke depan masih akan seperti itu cuacanya. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di perubahan kondisi cuaca seperti ini. Perbanyak minum air putih agar tidak kekurangagan cairan saat panas, dan tetap pantau informasi terbaru dari kanal resmi BMKG," ucapnya.






















