Akademisi Sumut Nilai Program MBG Prabowo Pro-Rakyat, Tekankan Pengawasan dan Edukasi Publik

Para akademisi dan tokoh publik berfoto bersama usai diskusi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sejumlah akademisi di Sumatera Utara memberikan pandangan positif terhadap program-program strategis yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para akademisi menilai program tersebut merupakan langkah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, mereka menekankan pentingnya pengawasan yang ketat serta komunikasi publik yang efektif dalam pelaksanaannya.
Akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Iwan Nasution, dalam sebuah diskusi publik, menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus dilihat dari sisi kemaslahatan masyarakat.
Menurutnya, program MBG merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap generasi penerus bangsa.
"Apa yang dilakukan pemerintah hari ini sangat luar biasa. Program ini tidak hanya menyentuh kalangan elite, tetapi juga berdampak langsung kepada masyarakat bawah, pelaku UMKM, hingga anak-anak sekolah," kata Iwan.
Iwan juga mengajak masyarakat untuk melakukan tabayun atau memverifikasi informasi sebelum mempercayai berbagai kabar yang beredar di media sosial.
Ia tidak menampik adanya kritik maupun dinamika di lapangan. Namun, menurutnya, kritik harus disampaikan berdasarkan data yang akurat agar tidak menimbulkan disinformasi.
"Kita harus mengakui program ini baik. Tugas kita bersama adalah mengawasi pelaksanaannya di lapangan agar sesuai dengan harapan Presiden," ujarnya.
Senada dengan itu, Staf Manajer Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area (UMA), Ara Auza, menyebut program-program Presiden Prabowo seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan revitalisasi sekolah sebagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
"Program ini bukan hanya baik, tetapi juga mulia karena memberikan manfaat kepada banyak orang. Kita menyadari ada tantangan dalam implementasinya, namun pemerintah telah menunjukkan respons positif dengan melakukan perbaikan tata kelola, termasuk menindaklanjuti masukan dan kritik dari masyarakat," ujar Ara.
Dari perspektif komunikasi, Ara menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam menghadirkan narasi yang positif di ruang publik. Menurutnya, program-program tersebut mungkin tidak populer bagi sebagian kalangan, tetapi memiliki dampak yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat luas.
"Kita harus mengisi ruang publik dengan pesan-pesan positif. Jika ada kekurangan, mari disampaikan dengan cara yang beradab dan bertanggung jawab sebagai bagian dari budaya ketimuran kita," tuturnya.
Para akademisi tersebut sepakat bahwa keberhasilan program pemerintah tidak dapat dibebankan kepada Presiden semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa untuk mengawal, mengawasi, dan mengomunikasikan kebijakan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
BERITA TERPOPULER
























