Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Tak Hanya Kurang Serat, Ini Penyebab Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Mistar.idJumat, 26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB
tak_hanya_kurang_serat_ini_penyebab_sembelit_yang_perlu_diwaspadai

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Sembelit menjadi salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan berkurangnya frekuensi buang air besar serta tinja yang sulit dikeluarkan.

Meski kerap dikaitkan dengan kurangnya asupan serat, sembelit ternyata juga dapat dipicu oleh berbagai faktor lain yang perlu diwaspadai.

Sembelit umumnya terjadi akibat perubahan pola makan atau rutinitas harian. Namun, pada sebagian orang, keluhan ini tetap muncul meski sudah meningkatkan konsumsi makanan berserat.

Melansir dari CNN Indonesia, salah satu penyebab yang sering ditemukan adalah kurangnya aktivitas fisik. Otot dinding perut dan diafragma memiliki peran penting dalam proses buang air besar. Ketika aktivitas fisik minim, fungsi otot-otot tersebut dapat menurun sehingga memicu sembelit.

Selain itu, penggunaan obat pencahar atau laksatif secara berlebihan juga dapat memperburuk kondisi. Meski sering digunakan untuk mengatasi sembelit secara cepat, konsumsi yang tidak tepat justru dapat membuat usus bergantung dan memperparah gangguan buang air besar.

Penyebab lain yang perlu diperhatikan adalah sindrom iritasi usus atau Irritable Bowel Syndrome (IBS). Pada sebagian penderita, kondisi ini menyebabkan pergerakan usus melambat sehingga menimbulkan kesulitan saat buang air besar. Selain sembelit, IBS juga dapat disertai gejala diare, kram perut, dan produksi gas berlebih.

Gangguan hormon seperti hipotiroidisme juga dapat memicu sembelit. Kondisi yang terjadi akibat rendahnya produksi hormon tiroid ini menyebabkan metabolisme tubuh melambat, termasuk sistem pencernaan. Gejala lain yang sering menyertai antara lain kelelahan, mudah merasa kedinginan, kulit kering, kenaikan berat badan, hingga gangguan daya ingat.

Diabetes juga menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan sembelit. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf yang mengatur kerja saluran pencernaan. Selain gangguan buang air besar, penderita diabetes biasanya mengalami rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, mudah lelah, penurunan berat badan, dan penglihatan kabur.

Tak hanya faktor fisik, melansir dari Healthline, kondisi psikologis seperti kecemasan dan stres juga dapat memengaruhi kesehatan pencernaan. Saat seseorang mengalami kecemasan, sistem saraf simpatik menjadi lebih aktif sehingga proses pencernaan melambat. Kondisi ini dapat disertai gejala lain seperti rasa khawatir berlebihan, gelisah, sulit tidur, mudah tersinggung, dan sulit berkonsentrasi.

Karena itu, sembelit yang terjadi berulang atau berlangsung dalam waktu lama sebaiknya tidak dianggap sepele. Selain memperbaiki pola makan dan meningkatkan konsumsi serat, penting untuk memperhatikan kondisi kesehatan lain yang mungkin menjadi penyebabnya. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN