Masih Banyak Warga Kaya Terdaftar di BPJS Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Liputan6/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih banyaknya warga kaya yang justru terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Berdasarkan data, bahkan ada masyarakat yang berpenghasilan lebih dari Rp100 juta per bulan, namun iurannya tetap ditanggung pemerintah.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Budi menjelaskan bahwa ketidaktepatan sasaran PBI ditemukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari hasil pendataan tersebut, terdapat 10,84 juta jiwa yang menerima PBI padahal tidak memenuhi kriteria.
Kelompok masyarakat ini berada pada desil 6 hingga 10, sementara bantuan PBI seharusnya hanya diberikan kepada mereka yang masuk dalam desil 1 sampai 5.
“Setelah melihat DTSEN, ternyata ada juga warga dari desil 10 yang masih menerima PBI. Jumlahnya 0,56 persen atau sekitar 540 ribu orang,” ujar Budi dalam rapat di Senayan, Kamis (13/11/2024), dilansir dari CNN Indonesia.
Rincian penerima bantuan yang tidak tepat sasaran adalah:
- Desil 6: 5,98 juta jiwa (6,17%)
- Desil 7: 2,72 juta jiwa (2,8%)
- Desil 8: 1,04 juta jiwa (1,08%)
- Desil 9: 560 ribu jiwa (0,57%)
- Desil 10: 540 ribu jiwa (0,56%)
Budi menilai temuan ini penting sebagai dasar perbaikan data penerima bantuan pemerintah. Menurutnya, masyarakat di desil 10 jelas tidak layak mendapatkan subsidi.
“Dengan data ini, kita bisa menentukan siapa saja yang perlu dikeluarkan dari daftar penerima. Mereka di desil 9 dan 10, dengan pendapatan pasti di atas Rp100 juta, tidak ada alasan untuk tetap dibayarkan PBI-nya,” tuturnya. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Indonesia Mulai Uji Klinis Vaksin TBC Inhalasi


















