Lima Makanan yang Wajib Dimasak Sebelum Dikonsumsi

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Medan, MISTAR.ID - Mengonsumsi makanan mentah tidak selalu aman bagi kesehatan. Sejumlah bahan pangan diketahui mengandung bakteri, patogen, atau senyawa alami yang dapat memicu penyakit apabila dikonsumsi tanpa melalui proses pemasakan yang benar.
Ketua Departemen Ilmu Pangan Universitas Rutgers, Donald W. Schaffner, Ph.D., mengatakan beberapa makanan mentah memiliki risiko yang telah terdokumentasi terhadap kesehatan manusia. Menurutnya, proses memasak berfungsi membunuh atau menonaktifkan patogen maupun racun yang terkandung di dalam makanan.
Dalam siaran Eating Well yang terbit pada Senin (29/6/2026) waktu setempat, Schaffner memaparkan lima jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah.
1. Adonan Kue
Selama ini banyak orang terbiasa mencicipi adonan kue mentah, namun kebiasaan tersebut berisiko menyebabkan penyakit bawaan makanan. Selain telur mentah yang berpotensi mengandung bakteri Salmonella, tepung mentah juga dapat terkontaminasi bakteri Salmonella maupun Escherichia coli (E. coli).
Bagi yang ingin menikmati adonan kue sebelum dipanggang, disarankan menggunakan bahan yang telah dipasteurisasi atau memilih produk adonan yang memang dipasarkan sebagai adonan siap makan.
2. Susu Mentah
Ahli Diet Kesehatan Ginjal, Jessica Clancy-Strawn, M.A., RDN, menjelaskan susu mentah memiliki risiko tinggi karena belum melalui proses pasteurisasi yang terbukti mampu membunuh berbagai patogen berbahaya, seperti E. coli, Campylobacter, Listeria, dan Salmonella.
Kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi susu mentah adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Sebagai alternatif yang lebih aman, masyarakat dianjurkan memilih susu pasteurisasi atau ultra-pasteurisasi.
3. Daging Giling
Schaffner mengingatkan bahaya mengonsumsi daging giling mentah atau kurang matang. Menurutnya, daging giling dapat mengandung bakteri E. coli O157 yang mampu menyebabkan penyakit serius, bahkan berakibat fatal pada kelompok rentan.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, daging giling sebaiknya dimasak hingga mencapai suhu internal minimal 160 derajat Fahrenheit atau sekitar 71 derajat Celsius agar bakteri berbahaya dapat mati.
4. Kacang Merah
Kacang merah juga tidak boleh dikonsumsi dalam keadaan mentah atau kurang matang. Kacang ini mengandung senyawa alami bernama fitohemaglutinin (PHA) yang dapat memicu gangguan pencernaan hingga masalah ginjal dalam beberapa jam setelah dikonsumsi, bahkan hanya dalam jumlah sedikit.
Schaffner menyarankan kacang merah direndam selama lima jam, air rendamannya dibuang, kemudian direbus sedikitnya 30 menit hingga benar-benar matang. Proses tersebut penting untuk menonaktifkan racun PHA yang terkandung di dalamnya.
5. Jamur Shiitake
Makanan terakhir yang perlu dimasak dengan baik adalah jamur shiitake dan morel. Menurut Schaffner, kedua jenis jamur tersebut dapat menyebabkan penyakit apabila dikonsumsi mentah atau kurang matang.
Pada jamur morel, konsumsi dalam kondisi mentah dilaporkan dapat memicu gangguan saluran pencernaan, gejala neurologis, hingga kasus yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Sementara itu, jamur shiitake mengandung senyawa lentinan yang dapat menyebabkan dermatitis flagelata, yaitu ruam merah memanjang disertai rasa gatal hebat.
Clancy-Strawn menambahkan proses memasak tidak hanya menonaktifkan senyawa berbahaya, tetapi juga membantu memecah kitin pada dinding sel jamur sehingga lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih mudah diserap tubuh. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Awas Fomo Hyrox, Modal Nekat Bisa Bikin Jantung KolapsBERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER




















