Kasus Campak Meningkat di 14 Provinsi, IAKMI Sumut Soroti Kekebalan Kelompok Belum Optimal

Ketua IAKMI Pengurus Daerah Sumut, Destanul Aulia, S.K.M. (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut menyoroti tingginya kasus penyakit campak di awal tahun 2026 yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia, khususnya wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah Sumut, Destanul Aulia, S.K.M., mengatakan tingginya kasus campak pada dasarnya mencerminkan satu persoalan utama.
“Persoalannya kekebalan kelompok yang belum optimal di masyarakat. Kekebalan kelompok tercapai ketika sebagian besar populasi memiliki kekebalan, sehingga penularan penyakit dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya kepada Mistar, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut bisa terganggu apabila cakupan imunisasi tidak merata, masih terdapat kantong-kantong populasi yang belum terjangkau layanan kesehatan, atau munculnya penurunan kepercayaan terhadap vaksin di sebagian masyarakat.
Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat itu mengatakan data di lapangan menunjukkan tantangan ini nyata. Misalnya, dalam capaian imunisasi lanjutan di Sumut tahun 2025 masih ditemukan beberapa kendala.
“Contohnya seperti keterbatasan akses pelayanan, kurangnya pemahaman masyarakat maupun kurangnya edukasi, serta adanya keraguan terhadap imunisasi dalam mencegah beberapa penyakit,” ucapnya.
Dampaknya, dikatakan Destanul, belum meratanya cakupan imunisasi yang akhirnya membuka celah penularan. Namun, secara ilmiah fenomena ini juga terlihat di berbagai negara, sehingga bukan hanya terjadi di Indonesia.
Dijelaskannya, pada wilayah dengan cakupan imunisasi tinggi, wabah campak tetap dapat terjadi apabila terdapat kelompok kecil yang tidak divaksin atau ketika imunitas populasi menurun seiring waktu.
“Artinya, keberhasilan program imunisasi tidak hanya diukur dari angka rata-rata nasional, tetapi juga dari pemerataan cakupan di setiap wilayah dan kelompok masyarakat,” katanya. (hm27)
BERITA TERPOPULER





















