Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Bukan dari Bentuknya Setelah Digoreng, Ahli Ungkap Cara Pilih Lele Segar

Mistar.idSenin, 4 Mei 2026 pukul 06.00 WIB
bukan_dari_bentuknya_setelah_digoreng_ahli_ungkap_cara_pilih_lele_segar

Lele Goreng. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Anggapan bahwa kualitas lele bisa dilihat dari bentuknya setelah digoreng ternyata tidak sepenuhnya tepat. Selama ini, banyak anggapan jika lele setelah digoreng berbentuk lurus berarti berkualitas bagus dan jika bengkok berarti buruk.

Penilaian kualitas ikan justru lebih akurat dilakukan sejak sebelum dimasak, terutama dari kondisi fisik dan kesegarannya saat dibeli.

Di pasar, banyak pembeli masih mengandalkan ukuran atau harga sebagai patokan. Padahal, tampilan luar yang sekilas mirip belum tentu menjamin kualitas daging yang baik dan aman dikonsumsi. Faktor seperti kesehatan ikan dan cara budidaya sangat memengaruhi mutu lele.

Pakar budidaya perikanan dari IPB University, Cecilia Eny Indriastuti, menjelaskan bahwa ciri fisik bisa menjadi indikator awal untuk menilai kualitas lele.

"Tubuh lele proporsional (kepala tidak lebih besar), panjang (tidak buntet), daging tebal (jangan pilih yang kurus), lele warna hitam cerah, bau tidak amis, tekstur kenyal," kata Cecilia, dilansir dari detikcom, Senin (4/5/2026).

Selain itu, lele segar umumnya tidak memiliki luka atau cacat pada tubuhnya. Warna kulit terlihat cerah dan merata, bukan pucat atau belang. Kondisi ini menandakan ikan dalam keadaan sehat dan dipelihara dengan baik.

Cara paling mudah untuk memastikan kualitas adalah dengan memilih lele yang masih hidup. Ikan yang aktif bergerak biasanya menunjukkan kondisi segar dan layak konsumsi. Sebaliknya, lele yang lemas, mengapung, atau terluka patut dihindari karena bisa menandakan stres atau penurunan kualitas.

"Sebaiknya membeli ikan lele hidup, dengan kondisi lele sehat, badan proposional (bukan kepala saja yang besar), tidak cacat, lebih baik lagi kalau pernah melihat tempat budidayanya atau kenal petaninya." Ucap Cecilia.

Penilaian ini juga sejalan dengan prinsip Good Aquaculture Practices (GAP), yang menekankan pentingnya kesehatan ikan dan metode pemeliharaan yang sesuai standar.

"Indikator lele layak dikonsumsi: ikan sehat, dipelihara di air mengalir atau pemeliharaan sesuai SNI, pakan pabrikan/mandiri, badan tidak cacat dan proporsional, bukan kepala saja yang besar, warna cerah/hitam tidak pucat atau belang-belang." jelasnya.

Dengan memperhatikan kondisi sejak awal pembelian, konsumen bisa lebih selektif memilih lele yang segar, berkualitas, dan aman untuk dikonsumsi, bukan sekadar mengandalkan bentuknya setelah digoreng. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN