Jumlah Penderita Kanker Ginjal Meningkat Tajam 25 Tahun ke Depan

Ginjal. (Foto: Ciputra Medical Centre)
Jakarta, MISTAR.ID
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal European Urology memprediksi jumlah penderita kanker ginjal di dunia berpotensi meningkat tajam dalam beberapa dekade mendatang. Jika tren yang ada saat ini tidak berubah, kasus penyakit tersebut diperkirakan bisa melonjak hingga dua kali lipat dalam kurun 25 tahun ke depan.
Data tahun 2022 menunjukkan hampir 435.000 kasus baru Kanker Ginjal tercatat secara global, dengan angka kematian mencapai sekitar 156.000 orang.
Penelitian yang melibatkan tim internasional dari Fox Chase Cancer Center memperkirakan jumlah tersebut dapat meningkat drastis pada 2050 apabila pola risiko dan tren kesehatan masyarakat tidak mengalami perubahan signifikan.
Penulis senior penelitian, Alexander Kutikov, mengatakan kanker ginjal kini menjadi persoalan kesehatan yang semakin mengkhawatirkan di tingkat global.
Ia menilai tenaga medis dan para pengambil kebijakan perlu bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan kasus di masa depan.
"Kanker ginjal merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Baik tenaga medis maupun pembuat kebijakan perlu mempersiapkan diri menghadapi lonjakan kasus ini," kata Kutikov, yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Urologi di Fox Chase Cancer Center, dikutip Rabu (11/3/2026).
Penelitian bertajuk Epidemiology of Renal Cancer: Incidence, Mortality, Survival, Genetic Predisposition, and Risk Factors tersebut juga mengungkapkan tingkat kelangsungan hidup pasien selama lima tahun setelah diagnosis berkisar antara 40 hingga 75 persen.
Angka tersebut sangat dipengaruhi oleh wilayah tempat pasien tinggal serta ketersediaan layanan kesehatan.
Negara atau wilayah dengan kondisi ekonomi lebih baik umumnya mencatat tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan kemudahan akses terhadap deteksi dini melalui pemeriksaan pencitraan, serta tersedianya berbagai pilihan penanganan seperti operasi, terapi sistemik, dan radioterapi.
Faktor pemicu
Studi tersebut turut mengidentifikasi sejumlah faktor yang diduga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kanker ginjal. Sekitar 5–8 persen kasus diketahui berkaitan dengan faktor keturunan, yang biasanya berhubungan dengan mutasi pada gen tertentu.
Karena itu, pemeriksaan genetik dianjurkan bagi pasien yang didiagnosis kanker ginjal pada usia relatif muda, penderita dengan kanker pada kedua ginjal, atau mereka yang memiliki riwayat penyakit serupa dalam keluarga.
Di luar faktor genetik, lebih dari separuh kasus kanker ginjal di dunia sebenarnya terkait dengan faktor risiko yang bisa dicegah. Beberapa di antaranya meliputi obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit ginjal kronis, kebiasaan merokok, paparan lingkungan tertentu, serta kurangnya aktivitas fisik.
"Perubahan gaya hidup seperti pengendalian berat badan, pengelolaan tekanan darah dan gula darah, dan terutama berhenti merokok, dapat secara signifikan menurunkan risiko. Ini adalah strategi pencegahan yang dapat membuat perbedaan nyata," kata Kutikov. (hm20)




















