BPJS Kesehatan Medan: Diabetes Jadi Penyakit Penyerta Terbanyak pada Pasien TB

Ilustrasi penderita Tuberkulosis (TB) dengan komorbid diabetes melitus. (Foto: Gemini AI/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – BPJS Kesehatan Cabang Medan mencatat lima penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dialami pasien Tuberkulosis (TB) di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) atau rumah sakit sepanjang 2025.
Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Cabang Medan, dr Rina Afrida, mengatakan lima penyakit komorbid tersebut meliputi diabetes melitus, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), anemia, hipertensi, dan gagal jantung.
"Lima penyakit penyerta tersebut ialah diabetes melitus, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), anemia, hipertensi, dan gagal jantung," ujarnya melalui keterangan tertulis kepada Mistar, Rabu (5/8/2026).
Rina menjelaskan, kasus TB dengan komorbid diabetes melitus menjadi yang terbanyak, yakni mencapai 736 kasus sepanjang 2025.
Selanjutnya, pasien TB dengan penyakit penyerta PPOK tercatat sebanyak 292 kasus, sedangkan TB dengan komorbid anemia mencapai 123 kasus.
"Penderita TB disertai hipertensi ada 66 kasus dan kasus TB dengan penderita gagal jantung sebanyak 65 kasus. Kedua penyakit ini merupakan kategori penyakit kardiovaskular," katanya.
Menurut Rina, temuan tingginya kasus TB yang disertai penyakit komorbid menunjukkan perlunya penguatan pendekatan TB-DM Collaborative Care serta skrining penyakit kronis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menderita TB agar penanganan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
PREVIOUS ARTICLE
BPJS Kesehatan Medan Imbau Peserta JKN Manfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk Permudah Akses Layanan






















