Menhan Inggris Mundur Usai Berselisih dengan PM Starmer Soal Anggaran Pertahanan

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey. (Foto: Istimewa)
London, MISTAR.ID
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (11/6/2026) setelah berselisih dengan Perdana Menteri Keir Starmer terkait anggaran pertahanan negara.
Dilansir dari Reuters, Healey menilai pemerintah gagal menyediakan dana yang memadai untuk menjaga keamanan Inggris di tengah meningkatnya berbagai ancaman global.
Dalam surat pengunduran dirinya, Healey menyebut Starmer dan Kementerian Keuangan tidak bersedia mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan untuk memperkuat pertahanan negara.
"Anda tidak mampu, dan Kementerian Keuangan tidak bersedia, mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan negara untuk mempertahankan negara ini," tulis Healey dalam surat yang ditujukan kepada Starmer.
Pengunduran diri tersebut menjadi sorotan karena Healey selama ini dikenal sebagai salah satu menteri yang loyal terhadap pemerintahan Partai Buruh. Perselisihan mengenai tambahan anggaran militer juga menyebabkan tertundanya Rencana Investasi Pertahanan Inggris yang sebelumnya dijadwalkan diluncurkan tahun lalu.
Menanggapi keputusan tersebut, Starmer menyampaikan penyesalannya dan segera menunjuk Menteri Keamanan Dan Jarvis sebagai Menteri Pertahanan yang baru.
Beberapa jam setelah Healey mundur, Menteri Angkatan Bersenjata Inggris Al Carns juga mengumumkan pengunduran dirinya. Carns menyatakan perubahan kebijakan pertahanan yang selama ini diperjuangkannya tidak akan terwujud di bawah rencana anggaran yang ada.
Menurut Carns, anggaran pertahanan saat ini tidak dirancang untuk menghadapi ancaman yang berkembang dan tidak didukung pendanaan yang memadai.
Ia memperingatkan bahwa perubahan karakter konflik global berlangsung lebih cepat dibanding kemampuan pengadaan militer untuk mengimbanginya.
Pengunduran diri dua pejabat senior pertahanan tersebut menjadi pukulan bagi pemerintahan Starmer yang tengah menghadapi tekanan terkait pembiayaan sektor pertahanan dan kesejahteraan di tengah keterbatasan anggaran negara. (hm25)
BERITA TERPOPULER




















