Israel Serang Iran 28 Februari 2026: Ini Peta Kekuatan Militer dan Perbandingan Global Firepower

Peta Kekuatan Militer Iran vs Israel (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Ketegangan kawasan kembali meningkat setelah Israel mengumumkan peluncuran serangan pendahuluan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut ditujukan untuk menetralisir ancaman strategis terhadap keamanan nasionalnya.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut langkah itu sebagai tindakan preventif. Sementara itu, laporan internasional menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah dipindahkan dari Teheran ke lokasi yang dinilai lebih aman saat serangan terjadi.
Operasi yang Disebut Direncanakan Lama
Sejumlah pejabat pertahanan Israel mengungkapkan bahwa operasi tersebut telah dipersiapkan selama berbulan-bulan dan melibatkan koordinasi strategis dengan Amerika Serikat. Meski demikian, detail teknis operasi tidak dipublikasikan secara luas.
Situasi ini memicu perhatian global, terutama terkait potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang selama ini sudah rentan.
Perbandingan Kekuatan Militer
Untuk membaca peta kekuatan kedua negara, salah satu referensi yang kerap digunakan adalah Global Firepower (GFP). Lembaga tersebut merilis pemeringkatan militer dunia berdasarkan lebih dari 60 indikator, termasuk jumlah personel aktif, kekuatan udara, darat, laut, anggaran pertahanan, hingga logistik.
Dalam indeks 2026, Israel menempati peringkat ke-15 dari 145 negara dengan Power Index 0,2707. Iran berada tepat di bawahnya, di posisi ke-16 dengan skor 0,3199. Dalam metodologi GFP, semakin kecil skor Power Index, semakin kuat kapabilitas militer suatu negara.
Personel dan Anggaran
Iran unggul signifikan dalam jumlah personel aktif. Negara tersebut memiliki sekitar 610 ribu tentara aktif, jauh lebih besar dibandingkan Israel yang memiliki sekitar 169,5 ribu personel aktif.
Namun dari sisi belanja pertahanan, Israel memiliki keunggulan mencolok. Anggaran pertahanan Israel diperkirakan mencapai sekitar US$34,6 miliar, hampir empat kali lipat dari Iran yang berada di kisaran US$9,23 miliar.
Kekuatan Udara dan Darat
Keunggulan Israel terlihat jelas pada sektor udara. Israel memiliki 239 pesawat tempur dan 48 helikopter serang. Sementara Iran tercatat memiliki 188 pesawat tempur dan 13 helikopter serang. Superioritas udara ini kerap menjadi faktor strategis dalam konflik modern.
Sebaliknya, Iran lebih unggul dalam kekuatan darat. Iran memiliki sekitar 2.675 tank, dibandingkan Israel yang memiliki sekitar 1.300 unit. Dalam jumlah kendaraan lapis baja dan sistem artileri bergerak, Iran juga memiliki kuantitas lebih besar, termasuk keunggulan signifikan pada peluncur roket bergerak.
Armada Laut
Pada sektor maritim, Iran memiliki sekitar 109 armada laut, sedikit lebih banyak dibandingkan Israel yang memiliki 82 unit. Kedua negara tidak memiliki kapal induk, sehingga kekuatan laut lebih bertumpu pada kapal selam, fregat, dan kapal patroli.
Situasi Masih Dinamis
Hingga kini, perkembangan situasi masih terus dipantau komunitas internasional. Banyak pihak menyerukan deeskalasi guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan.
Ketegangan antara Israel dan Iran selama ini memang diwarnai rivalitas panjang, baik dalam aspek militer maupun geopolitik. Eskalasi terbaru ini berpotensi membawa dampak besar terhadap stabilitas regional maupun global, terutama jika melibatkan kekuatan besar lainnya.
















