Iran Tegaskan Tolak Negosiasi, Siap Lanjutkan Perlawanan terhadap AS-Israel

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. (Foto: Anadolu)
Teheran, MISTAR.ID
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak berniat untuk bernegosiasi dan akan terus melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataannya di televisi pemerintah yang dikutip AFP pada Rabu (25/3/2026), Araghchi menyebut kebijakan Iran saat ini adalah tetap bertahan dan melawan.
“Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan. Kami tidak berniat untuk bernegosiasi,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa negosiasi dengan AS dalam situasi saat ini sama dengan mengakui kekalahan.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim telah mengajukan 15 poin syarat untuk negosiasi damai. Trump juga menyebut pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pejabat Iran.
Meski mengakui adanya pertemuan, Iran menegaskan bahwa hal tersebut tidak berarti kesediaan untuk berunding.
Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan AS akan meningkatkan serangan jika Iran tidak menerima kondisi yang ada.
“Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, Presiden Trump akan memastikan mereka diserang lebih keras,” kata Leavitt.
Ia juga menambahkan bahwa upaya negosiasi masih terus berlangsung dan disebut produktif oleh pihak Gedung Putih.
Pernyataan dari kedua pihak ini muncul di tengah upaya sejumlah negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir yang menawarkan diri sebagai mediator.
Konflik antara AS dan Israel dengan Iran dilaporkan meningkat sejak Februari 2025, dengan serangan yang menargetkan berbagai wilayah di Iran.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta aset militer AS di kawasan Teluk, menandai eskalasi konflik yang semakin meluas. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Filipina Tetapkan Darurat BBM Imbas Konflik Timur Tengah

















