Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

India Layangkan Protes Keras ke Iran usai Pelautnya Tewas di Selat Hormuz

Mistar.idSelasa, 14 Juli 2026 pukul 23.23 WIB
india_layangkan_protes_keras_ke_iran_usai_pelautnya_tewas_di_selat_hormuz

Kapal-kapal berlayar di Selat Hormuz. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

New Delhi, MISTAR.ID - Pemerintah India memanggil pejabat senior Kedutaan Besar Iran di New Delhi, Selasa (14/7/2026) sebagai bentuk protes atas serangan terhadap dua kapal dagang di Selat Hormuz. Dalam insiden tersebut, seorang pelaut berkewarganegaraan India dilaporkan tewas, sementara sejumlah awak lainnya mengalami luka-luka.

Mengutip AFP, Kementerian Luar Negeri India menyatakan wakil kepala perwakilan Kedutaan Besar Iran dipanggil untuk menerima nota protes resmi terkait serangan yang terjadi pada Selasa pagi.

Dua kapal yang menjadi sasaran, yakni MT Al Bahiyah dan MT Mombasa, mengangkut 46 awak kapal, termasuk 30 warga negara India. Pemerintah India mengonfirmasi satu warganya meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

"India sangat prihatin atas serangan terhadap dua kapal yang sedang melintasi Selat Hormuz," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri India.

Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Iran di New Delhi belum memberikan tanggapan. Saat dimintai komentar oleh AFP, pihak kedutaan memilih tidak memberikan pernyataan.

Hubungan India dan Iran selama ini dikenal cukup erat, didukung kerja sama di bidang perdagangan serta ikatan sejarah dan budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Insiden di Selat Hormuz terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terbaru terhadap Iran, yang memicu eskalasi konflik antara kedua negara.

India sendiri merupakan salah satu pemasok tenaga pelaut terbesar di dunia. Pada 2025, negara itu tercatat memiliki lebih dari 320.000 pelaut aktif yang bekerja di sektor pelayaran internasional.

Selain menyampaikan protes kepada Iran, pemerintah India juga mendesak agar seluruh pihak segera menghentikan aksi kekerasan dan kembali menempuh jalur dialog serta diplomasi sesuai ketentuan hukum internasional.

Sebelumnya, sebuah kapal niaga lain yang membawa 11 warga negara India juga diserang di perairan lepas pantai Oman, Minggu (12/7/2026) waktu setempat. Dari jumlah tersebut, 10 awak berhasil diselamatkan, sementara seorang lainnya masih dinyatakan hilang.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN