Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

China Bangun Replika Kapal Perusak AS untuk Uji Coba Rudal

Mistar.idSelasa, 14 Juli 2026 pukul 09.30 WIB
china_bangun_replika_kapal_perusak_as_untuk_uji_coba_rudal

China Bangun Replika Kapal Perusak AS untuk Uji Coba Rudal

news_banner

Beijing, MISTAR.ID - China membangun replika berukuran penuh kapal perusak (destroyer) kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Ruoqiang Test Range, kawasan uji coba militer di gurun Xinjiang.

Selain replika kapal perang, lokasi tersebut juga memperlihatkan sistem rel selebar 6 meter dengan target berbentuk kapal yang dipasang di atasnya. Para analis menilai fasilitas itu dirancang untuk mensimulasikan pergerakan kapal di laut sebagai bagian dari pengujian rudal dan sistem persenjataan.

Dikutip dari Reuters, kompleks tersebut telah lama digunakan untuk pengujian rudal balistik. Analisis AllSource Analysis menyebut replika kapal perang yang diduga mewakili armada AS, termasuk target yang dapat bergerak di atas rel, kemungkinan digunakan untuk menguji kemampuan sistem pencarian dan akuisisi sasaran rudal.

"Luasnya detail pada replika tersebut, termasuk penempatan berbagai sensor di atas dan di sekitar target kapal, menunjukkan bahwa area ini dirancang untuk berbagai jenis pengujian dalam jangka panjang," demikian isi laporan yang turut dikutip NDTV.

Replika kapal itu dilaporkan menjadi sasaran latihan rudal dan pelatihan militer sebagai bagian dari upaya Beijing meningkatkan kemampuan rudal antikapal guna menghadapi potensi konflik di masa depan.

Sementara itu, menurut Newsweek, kapal perusak kelas Arleigh Burke merupakan salah satu tulang punggung Angkatan Laut AS. Kapal tersebut berfungsi mengawal kapal induk, menjalankan misi pertahanan udara, serta mampu melancarkan serangan jarak jauh.

Destroyer Squadron 15 yang bermarkas di Jepang di bawah Armada Ketujuh Angkatan Laut AS mengoperasikan 10 kapal perusak kelas Arleigh Burke dan rutin beroperasi di kawasan Indo-Pasifik, termasuk dalam berbagai misi yang bersinggungan dengan Angkatan Laut China.

Pembangunan replika kapal perang tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa Beijing terus mempersiapkan kemampuan militernya menghadapi kemungkinan konflik di masa mendatang. Para analis menilai, jika China berhasil mengintegrasikan hasil pengujian itu ke dalam sistem rudal antikapalnya, ancaman terhadap kapal-kapal AS yang beroperasi di kawasan Indo-Pasifik berpotensi meningkat. (Reuters/CNN Indonesia)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN