Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan Terapkan Sistem Asrama, Seluruh Kebutuhan Siswa Ditanggung Negara

Mistar.idSelasa, 14 Juli 2026 pukul 20.50 WIB
sekolah_rakyat_terintegrasi_2_medan_terapkan_sistem_asrama_seluruh_kebutuhan_siswa_ditanggung_negara

Kepala SRT 30 Medan, Syahripal Putra (kanan), bersama Kepala SRMP 2 Medan, Maragoti. (Foto: Susan/MISTAR)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Selasa (14/7/2026).

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 30 Medan, Syahripal Putra, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum maupun melakukan rekrutmen seperti sekolah pada umumnya.

"Kami menjangkau anak-anak yang selama ini belum terjangkau atau the invisible people. Pilar-pilar Kementerian Sosial diberdayakan untuk melakukan ground checking sehingga penjangkauan benar-benar berdasarkan kondisi nyata di lapangan," katanya saat ditemui MISTAR di SRT 2 Medan, Jalan Flamboyan II, Kecamatan Medan Tuntungan.

Syahripal mengatakan minat masyarakat untuk jenjang SMP cukup tinggi. Sebaliknya, jumlah pendaftar jenjang SD masih relatif rendah karena banyak orang tua yang belum siap melepas anak mereka tinggal di asrama.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat menerapkan konsep MEME (Multi Entry, Multi Exit), sehingga anak yang pernah putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan sesuai jenjang terakhir tanpa harus mengulang dari kelas awal.

"Anak-anak tidak harus kembali dari kelas satu atau kelas dua. Selama memenuhi kriteria untuk dibantu, mereka dapat diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat," ujarnya.

Syahripal berharap para orang tua memberikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah dalam mendidik dan membimbing peserta didik.

Menurutnya, seluruh kebutuhan siswa telah ditanggung pemerintah, mulai dari tempat tinggal di asrama, makan tiga kali sehari, makanan ringan dua kali sehari, hingga delapan stel seragam sekolah.

"Bahkan kebutuhan kebersihan diri seperti perlengkapan mandi, parfum, pembalut, dan kebutuhan lainnya juga ditanggung oleh negara," katanya.

Selain fasilitas asrama, SRT 2 Medan juga dilengkapi sarana olahraga berstandar internasional, seperti lapangan mini soccer serta lapangan multifungsi untuk basket, voli, dan bulu tangkis.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan, Maragoti, menjelaskan kuota awal penerimaan siswa ditetapkan sebanyak 90 orang untuk setiap jenjang. Namun karena kuota SD belum terpenuhi, jumlah siswa jenjang SMA ditambah menjadi 120 orang berdasarkan hasil rapat.

Maragoti mengatakan kegiatan MPLS akan berlangsung selama dua pekan dan dilanjutkan dengan masa matrikulasi. Selama masa tersebut, siswa akan dibiasakan beradaptasi dengan kehidupan di asrama, termasuk memahami sistem keamanan gedung yang dilengkapi sprinkler dan smoke detector di setiap ruang kelas.

"Pembiasaan terhadap kehidupan di asrama menjadi hal yang kami tekankan sebelum proses pembelajaran dimulai seperti biasa," ujarnya.

Terkait kekhawatiran orang tua melepas anak tinggal di asrama, Maragoti meminta masyarakat bersabar dan mendukung proses pendidikan yang diterapkan di Sekolah Rakyat.

Ia menjelaskan pembatasan kunjungan bukan untuk memutus hubungan orang tua dengan anak, melainkan untuk mengurangi beban biaya transportasi keluarga sekaligus melatih kemandirian siswa.

"Sekolah tidak melarang orang tua datang. Pada masa awal mereka dipersilakan lebih sering berkunjung. Namun setelah sekitar satu bulan, kemungkinan kunjungan akan dibatasi menjadi satu kali dalam sebulan," katanya.

Meski demikian, orang tua tetap dapat berkomunikasi dengan anak melalui wali asuh yang dapat dihubungi melalui telepon.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN