AS Hancurkan Kapal Diduga Pengedar Narkoba di Pasifik Timur, Tiga Orang Tewas

Pasukan Amerika Serikat. (foto: reuters/mistar)
Amerika Serikat, MISTAR.ID
Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba di kawasan Pasifik Timur. Dalam operasi tersebut, tiga orang dilaporkan tewas.
Menurut laporan AFP, Sabtu (30/5/2026), insiden ini menjadi serangan mematikan ketiga yang dilakukan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan catatan AFP, sedikitnya 198 orang telah meninggal sejak pemerintahan Presiden Donald Trump memulai operasi penindakan terhadap kapal-kapal yang dicurigai terkait penyelundupan narkoba pada September tahun lalu.
Melalui unggahan di platform X, Komando Selatan Amerika Serikat menyatakan kapal yang menjadi sasaran tengah melintasi jalur yang dikenal sebagai rute perdagangan narkoba di Pasifik Timur dan diduga terlibat dalam aktivitas penyelundupan.
Video yang dirilis militer AS memperlihatkan sebuah kapal di tengah lautan dihantam ledakan besar. Rekaman selanjutnya menunjukkan puing-puing kapal yang terbakar sebelum akhirnya tenggelam.
Operasi yang diberi nama "Southern Spear" itu dimulai pada awal September 2025. Pemerintahan Trump beralasan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memerangi kartel narkoba yang beroperasi di wilayah Amerika Latin.
Meski demikian, hingga kini pemerintah AS belum mempublikasikan bukti yang secara tegas menunjukkan keterlibatan kapal-kapal yang diserang dalam aktivitas perdagangan narkoba.
Sejumlah pakar hukum dan kelompok hak asasi manusia mengkritik operasi tersebut. Mereka menilai serangan terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba berpotensi melanggar hukum internasional karena menyasar warga sipil yang dinilai tidak memberikan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat.
PREVIOUS ARTICLE
Dua Pramugari Mabuk, Penerbangan Japan Airlines Delay 40 Menit





















